Karen Karista Tunjukkan Raih Gelar Aktivis Kampus Lewat Organisasi dan Ruang Sosial

Dokumentasi Aktivis kampus UIN IB Padang ( sumber: Karen Karista/ Suarakampus.com)

Suarakampus.com- Karen Karista, wisudawati Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama (SAA), menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas kampus yang mengantarkannya menjadi bintang aktivis kampus. Ia meyakini bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman sosial. Minggu (19/04).

Karen menyampaikan, sejak semester awal dirinya sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan di tingkat fakultas maupun universitas. “Saya aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus, “ sampainya.

Karen menyebutkan, motivasi utama dalam berorganisasi adalah untuk mengembangkan diri dan mengasah kemampuan selama berkuliah. “Organisasi adalah ruang penting dalam mengembangkan keterampilan, ” sebutnya.

Ia menegaskan, melalui organisasi, dirinya dapat bertumbuh secara lebih utuh, baik secara akademik, personal, maupun sosial. “ Saya memiliki kesempatan tumbuh bukan hanya secara akademik, “ tegasnya.

Karen mengungkapkan, selama perkuliahan dirinya terlibat dalam berbagai kegiatan dan prestasi, salah satunya pernah menjadi The Winner Duta Kampus UIN IB Padang yang memberinya banyak pengalaman dalam. Tujuan saya mengikuti untuk menambah pengalaman, “ ungkapnya.

Karen menuturkan, dirinya juga aktif di luar kampus yang bergerak pada isu perdamaian dan keberagaman, seperti terlibat di Pusat Literasi dan Informasi Mahasiswa (PELITA) Padang, “ Ini memperkuat keterhubungan antara keilmuan saya dengan praktik langsung di masyarakat “, tuturnya.

Karen menjelaskan, pengalaman paling berharga selama perkuliahan adalah memahami keberagaman perspektif. “ melalui organisasi Saya belajar membangun relasi dengan banyak orang dari latar belakang berbeda, “ jelasnya.

Karen menorehkan berbagai prestasi akademik dan non-akademik melalui peran aktif dalam organisasi kampus yang mendukung pengembangan diri dan jejaring luas. “ Saya menilai organisasi adalah ruang strategis untuk belajar dan membuka peluang kontribusi nyata, “ ujarnya.

Menurutnya, manajemen waktu menjadi kunci dalam menyeimbangkan akademik dan organisasi. “Saya menerapkan skala prioritas dengan tetap menjadikan akademik sebagai tanggung jawab utama,” tuturnya.

Di akhir kata, Karen menyatakan, pencapaiannya diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kontribusi di ranah akademik maupun masyarakat. “ Saya berharap semakin banyak mahasiswa berani aktif dan mengambil peran dalam membawa perubahan, “ harapnya. (Raf)

Wartawan: Fitri Novia Siregar (Mg), Ergina Kholifah Aljanah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Assyifa Salsabila Ramadhani Ukir Gelar Aktivis Kampus Lewat Aktif Organisasi

Next Post

LPM Suara Kampus Kukuhkan Enam Lulusan dalam Prosesi Wisuda Koran

Related Posts