Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang memberlakukan pembelajaran luring sebagai pola utama selama bulan Ramadan dengan fleksibilitas kuliah daring maksimal 30 persen dari total pertemuan. Kebijakan yang disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Nurus Shalihin, pada Selasa (3/2) ini bertujuan menjaga keberlangsungan akademik sesuai kalender yang telah ditetapkan.
Wakil Rektor I, Nurus Shalihin menjelaskan, esensi pelaksanaan perkuliahan tidak berubah meski bertepatan dengan bulan suci Ramadan. “Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Nurus Shalihin menegaskan, bulan puasa tidak menjadi alasan untuk mengubah sistem pembelajaran yang telah berjalan di lingkungan kampus. “Ramadan tidak menjadi alasan perubahan sistem,” katanya.
Pimpinan bidang akademik tersebut menyampaikan, penyesuaian teknis hanya berkaitan dengan jam perkuliahan yang akan dibahas bersama para Wakil Dekan. “Jam kuliah akan disesuaikan,” ucapnya.
Wakil Rektor I menjelaskan, perkuliahan tatap muka tetap menjadi dasar dan prioritas utama dalam proses pembelajaran. “Tatap muka tetap menjadi dasar,” tuturnya.
Nurus Shalihin menambahkan, dosen diberikan ruang untuk memanfaatkan pembelajaran daring sesuai dengan ketentuan batas maksimal yang berlaku. “Daring maksimal 30 persen,” katanya.
Pejabat akademik itu merinci, batas 30 persen tersebut setara dengan sekitar empat kali pertemuan dari total rangkaian perkuliahan dalam satu semester. “Sekitar empat pertemuan,” ujarnya.
Wakil Rektor I menyampaikan, keputusan teknis lebih lanjut terkait pola perkuliahan Ramadan masih akan dibahas dalam rapat internal. “Masih akan dibahas dalam rapat,” katanya.
Nurus Shalihin menegaskan, kebijakan ini telah sejalan dengan kalender akademik yang disusun dan berlaku sama seperti bulan-bulan lainnya. “Bulan puasa sama seperti bulan lain,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan : Putri Wahyuni (Mg)