Suarakampus.com– Memasuki hari ketiga Ramadhan, harga cabai merah dan tomat di Pasar Raya Padang naik sekitar Rp6.000 dari harga normal karena pasokan terbatas dan kebutuhan masyarakat meningkat. Kenaikan ini membuat pedagang dan pembeli khawatir menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Minggu (22/02).
Pedagang bumbu dapur, Nelson mengungkapkan harga cabai bergantung pada pasokan dari Bukittinggi. “Kalau stok sedikit, harga bisa naik, bahkan berubah hingga dua kali dalam sehari.,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nelson menjelaskan kenaikan harga terjadi sebab jumlah barang masuk tidak menentu. “Semua tergantung kiriman dari petani,” katanya.
Ia juga menyampaikan kenaikan harga tomat tidak terlepas dari kurangnya pasokan yang masuk. “Kalau barang banyak masuk, biasanya harga akan cepat turun,” ujarnya.
Senada dengan itu, pedagang bumbu, Zulkifli menilai kenaikan cabai dan tomat secara bersamaan membuat pengeluaran bumbu dapur masyarakat meningkat. “Saat ini, banyak pembeli yang hanya mengambil seperempat kilogram,” katanya.
Sementara itu, pedagang cabai, Aris mengungkapkan kenaikan harga tahun ini lebih terasa dibanding tahun sebelumnya. “Dulu pernah jelang Lebaran sampai Rp100.000 per kilogram,” ungkapnya.
Ia mengingatkan harga akan melonjak jika pasokan terus menipis. “Kalau distribusi tidak dijaga, harga bisa lebih melonjak,” tuturnya.
Selain itu, Aris juga menyebutkan harga tomat di Pasar Raya Padang naik per kilogramnya sejak awal Ramadhan. “Kenaikan tersebut dipicu karena peningkatan kebutuhan bahan pangan sahur dan berbuka,” sebutnya.
Sementara itu, pedagang tomat lainnya, Yenni menilai harga akan kembali stabil jika distribusi lancar. “Mudah-mudahan pasokan segera normal,” tuturnya.
Di sisi lain, pedagang makanan, Hamid menyebut kenaikan harga berdampak langsung pada biaya produksi dagangannya. “Harga jual menu terpaksa naik agar tidak rugi,” katanya.
Hal serupa disampaikan pedagang nasi, Dedi yang berharap pemerintah segera melakukan tindakan untuk stabilisasi harga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. “Operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah perlu digelar rutin,” katanya.
Sementara itu, ibu rumah tangga asal Kecamatan Nanggalo, Lina mengaku terkejut saat mengetahui harga sudah menyentuh Rp44.000 per kilogram. “Saya terpaksa beli sedikit dan dicampur cabai rawit,” ucapnya.
Warga Kecamatan Koto Tangah, Ratna pun berharap harga tomat segera turun. “Tomat hampir selalu dipakai, jadi akan sangat terasa berdampak kenaaikannya,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Haida Putri Lubis (Mg)