Suarakampus.com– Pemerintah melaporkan arus modal asing berbalik positif sebesar Rp18,42 triliun hingga 20 Februari 2026 dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Februari 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan RI, Senin (23/02). Pembalikan arus ini menegaskan pemulihan kepercayaan investor global setelah tekanan pasar pada Januari akibat isu eksternal yang sempat menekan sentimen domestik.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pembalikan arus modal tersebut mencerminkan pulihnya minat investor terhadap aset nasional. “Kepercayaan pasar mulai kembali,” ujarnya.
Bendahara Negara menjelaskan, pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun yang dikoordinasikan dengan Bank Indonesia untuk menjaga likuiditas perbankan. Menurutnya, likuiditas tetap longgar sehingga mendorong aktivitas ekonomi.
Menteri Keuangan menambahkan, koordinasi fiskal dan moneter itu menjaga pertumbuhan M0 atau uang primer di level 11,7 persen serta membuka ruang kredit tumbuh dua digit. “Ruang pembiayaan tetap tersedia,” tuturnya.
Kepala otoritas fiskal itu memaparkan, suku bunga kredit per Januari 2026 turun menjadi 8,80 persen dari sebelumnya 9,12 persen pada Agustus 2024. Purbaya menilai, penurunan ini membuat pembiayaan usaha lebih terjangkau bagi UMKM dan korporasi.
Menteri Keuangan mengungkapkan, Indeks Keyakinan Konsumen-Pemerintah berada di posisi 117 atau tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, angka ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.
Purbaya menjelaskan, sektor manufaktur mencatat ekspansi selama enam bulan berturut-turut dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di zona ekspansi. Ia menambahkan, hal ini menandakan peningkatan aktivitas produksi dan permintaan domestik yang tetap kuat.
Bendahara Negara menambahkan, ekspansi industri didorong oleh belanja modal pemerintah, operasional BUMN, serta partisipasi swasta dalam proyek strategis nasional. Menkeu menegaskan, sektor riil terus bergerak menunjukkan geliat ekonomi yang positif.
Menteri Keuangan memaparkan, pemerintah menyiapkan stimulus Ramadan 2026 sebesar Rp0,92 triliun untuk diskon transportasi dan Rp14,09 triliun untuk bantuan pangan. Purbaya menjelaskan, bantuan pangan diberikan kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga daya beli saat momen konsumtif.
Menkeu menyebut, hingga 20 Februari telah terbentuk 30.000 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dengan 24.196 gerai dalam proses pembangunan. Ia mengungkapkan, program ini didukung belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp90 triliun pada kuartal I 2026.
“Dana desa diarahkan menjadi investasi produktif,” jelasnya.
Kepala otoritas fiskal itu menjelaskan, Satuan Tugas Percepatan dan Penyelesaian Proyek Strategis Nasional telah memproses 46 dari 89 aduan perizinan. Purbaya merinci, aduan tersebut berasal dari sektor tekstil, bioetanol, pembangkit listrik tenaga sampah, serta logistik.
Menteri Keuangan menegaskan, penyelesaian kendala perizinan berpotensi menekan impor BBM hingga 30.000 kiloliter dan mengolah 365.000 ton sampah per tahun. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus memperkuat ketahanan energi serta kelestarian lingkungan.
Purbaya menargetkan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat mencapai 6 persen atau melampaui asumsi APBN sebesar 5,4 persen. Target ini, menurutnya, didukung belanja negara yang terakselerasi, inflasi terkendali, serta pemulihan kepercayaan investor.
“Optimisme ini berbasis data,” pungkasnya.
Arah kebijakan tersebut dinilai krusial karena arus modal masuk, likuiditas terjaga, serta penurunan bunga kredit memberi efek berantai terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dengan stabilitas yang terjaga, ketahanan ekonomi nasional semakin kuat di tengah ketidakpastian global.
“Stabilitas harus dijaga konsisten,” tutupnya. (fau)
Wartawan: Nadia Defri Andra