Suarakampus.com– Kegiatan arak-arakan wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) berlangsung meriah setelah yudisium di Gedung FUSA, dengan melibatkan panitia, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dalam pengaturan acara. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa FUSA, Rabu (15/4).
Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Azlan menjelaskan, pengaturan di lapangan dilakukan untuk mengarahkan peserta arak-arakan setelah yudisium di Gedung Ushuluddin. “Koordinasi dengan HMP dilakukan untuk memastikan kelancaran dan ketertiban kegiatan,” jelasnya.
Muhammad Azlan mengatakan, setelah yudisium di Gedung FUSA, peserta arak-arakan bergerak dari bawah menuju lapangan untuk berkumpul dan membentuk pagar jiwa. “Lalu kembali ke atas untuk mengikuti acara puncak seperti premop,” ujarnya.
Azlan menambahkan, untuk menghindari keramaian, pihaknya telah melakukan konfirmasi dengan setiap korlap HMP agar pengamanan berjalan dengan baik. “Nanti mereka yang akan mengamankan jalan,” tambahnya.
Azlan juga mengimbau kepada seluruh peserta agar mematuhi arahan korlap demi menjaga ketertiban selama arak-arakan berlangsung. “Agar mendengarkan arahan korlap per HMP untuk tata tertib perjalanan,” imbaunya.
Steering committee (SC), Ahmad Maulana menyampaikan, kegiatan arak-arakan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di FUSA . “Saya sangat excited dengan keseriusan kepanitiaan dan massa yang terlibat pada acara arak-arakan pada hari ini,” sampainya.
Ia mengungkapkan, koordinasi antara panitia dan DEMA berjalan dengan baik. “DEMA terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FUSA, Sefriono menyampaikan, agar mahasiswa memanfaatkan ilmu yang telah dipelajari serta terus meningkatkan kapasitas diri. “Manfaatkan ilmu untuk masyarakat dengan arif, terus tingkatkan kapasitas diri, dan jangan cepat merasa cukup karena peningkatan kualitas merupakan proses berkelanjutan,” pesannya.
Ia juga menekankan mahasiswa FUSA harus menjadi teladan di masyarakat serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. “Orang Ushuluddin tidak hanya menggugat masalah, tetapi mampu beradaptasi dan memberi warna di lingkungan,” tutupnya. (Fau)
Wartawan: Siti Nur Aisyah (Mg), Nur Hanifah (Mg)
Ormawa FUSA Jadi Motor Sukses Yudisium Fakultas