Pameran Climate Fest Vol.2 Hadirkan Papeda Khas Papua

Proses penyajian papeda khas Papua dalam Climate Fest Vol.2 di Taman Budaya Sumbar. Sumber : Verlandi Putra.

Suarakampus.com– Pameran Climate Fest Vol.2 yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar), menghadirkan papeda khas Papua sebagai salah satu daya tarik dalam rangka memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia Timur. Acara ini dihadiri lebih dari seratus pengunjung sejak dibuka pukul 16.00 WIB, Kamis (16/4).

Salah satu panitia sekaligus penyedia lapak papeda, Febi mengungkapkan, sajian papeda menjadi salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung. “Papeda ini kita hadirkan supaya teman-teman bisa lebih mengenal makanan khas Papua,” ujarnya.

Panitia ini menjelaskan papeda merupakan makanan pokok masyarakat Papua berbahan dasar sagu yang disajikan bersama gulai ikan kuah kuning. “Tidak semua orang pernah mencoba, jadi ini juga menjadi pengalaman baru bagi pengunjung,” jelasnya.

Penyedia lapak ini juga mengatakan, tekstur papeda yang kental dan lengket menjadi ciri khas, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali mencobanya. “Banyak yang penasaran karena teksturnya berbeda dari makanan lain,” katanya.

Febi menuturkan banyak pengunjung mencoba langsung makanan tersebut dan mencari tahu lebih jauh. “Beberapa pengunjung juga bertanya tentang cara penyajian dan asal-usulnya,” ujarnya.

Febi menjelaskan kehadiran papeda bukan sekadar untuk konsumsi, tetapi juga sebagai pengenalan budaya. “Papeda ini kita hadirkan bukan hanya untuk dimakan, tetapi juga untuk memperkenalkan budaya Papua,” jelasnya.

Febi menambahkan pemilihan papeda berkaitan dengan pesan lingkungan dalam Climate Fest. “Sagu sebagai bahan utama papeda merupakan bagian dari kekayaan alam yang perlu dijaga,” katanya.

Terakhir, Febi mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi lingkungan, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya. “Lewat makanan ini, kita juga ingin mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya alam,” tutupnya. (Fau)

Wartawan: Lina Indriani (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ormawa FUSA Jadi Motor Sukses Yudisium Fakultas

Next Post

Seni Tato Mentawai Jadi Daya Tarik di Climate Fest Vol.2

Related Posts