Suarakampus.com– Siska Julianty berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang berkat konsistensi belajar dan kemampuan mengatur waktu. Capaian yang diraih ini tidak terlepas dari dukungan penuh keluarga hingga tahap akhir studi, Minggu (19/04).
Wisudawan terbaik tersebut, Siska Julianty mengungkapkan, keberhasilannya tidak terlepas dari peran keluarga yang selalu mendukung pendidikannya. “Saya berasal dari keluarga sederhana, orang tua selalu berusaha memenuhi kebutuhan kuliah dan memberi semangat,” ungkapnya.
Siska menambahkan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi diperoleh melalui kebiasaan belajar yang konsisten dan tidak pernah menunda tugas. “Saya berusaha memahami materi sejak awal, tidak menunda tugas, serta aktif berdiskusi di kelas,” tambahnya.
Mahasiswa itu melanjutkan, tantangan terbesar selama kuliah adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kondisi diri yang kerap lelah. “Ada kalanya merasa lelah dan tertekan, tetapi saya mengatasinya dengan menyusun prioritas,” lanjutnya.
Menurutnya, mengingat tujuan awal menjadi salah satu cara efektif untuk tetap menjaga semangat di tengah tekanan perkuliahan. “Saya selalu berusaha mengingat tujuan awal agar tetap termotivasi menyelesaikan perkuliahan,” ujarnya.
Siska menyebut, orang tua dan kakak menjadi sosok paling berpengaruh dalam perjalanan akademiknya. “Mereka selalu mendukung dan mendorong saya, begitu juga dosen yang banyak membantu dan membimbing,” sebutnya.
Wisudawan terbaik itu menuturkan, dukungan finansial dan emosional dari keluarga memiliki peran penting dalam kesuksesannya. “Dengan dukungan tersebut, saya bisa lebih fokus belajar dan tetap kuat saat menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Selama kuliah, Siska juga aktif dalam organisasi yang membantunya belajar bertanggung jawab dan mengatur waktu. “Kegiatan organisasi membantu saya belajar bertanggung jawab dan mengatur waktu, sehingga tetap bisa menjaga prestasi akademik,” katanya.
Dalam membagi waktu, ia memiliki strategi membuat jadwal dan menentukan prioritas dengan menyelesaikan tugas kuliah terlebih dahulu. “Saya membuat jadwal, menyelesaikan tugas kuliah terlebih dahulu, lalu mengerjakan kegiatan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, penting untuk tidak menunda pekerjaan agar semua tugas dapat berjalan dengan baik dan tidak menumpuk. “Dengan begitu, tugas tidak menumpuk dan bisa diselesaikan tepat waktu,” tuturnya.
Siska berharap pencapaian tersebut membawanya terus berkembang ke jenjang lebih tinggi. “Ke depan, saya ingin melanjutkan pendidikan dan mengamalkan ilmu untuk bermanfaat bagi orang lain,” harapnya. (rar)
Wartawan: Jihan Dwi Rahayu