Suarakampus.com– Dalam pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah Fakultas Ushuluddin dan Agama (FUSA) di aula mini FUSA, mahasiswa didorong untuk menyusun artikel secara sistematis agar mudah dipahami dan memiliki arah yang jelas. Struktur yang runtut dinilai menjadi kunci utama dalam menghasilkan tulisan yang kuat, Rabu (01/05).
Pemateri Ar-Rasyid menjelaskan, rumusan masalah harus disusun dalam bentuk pertanyaan yang terarah. “Tidak hanya itu, juga harus mampu menjelaskan persoalan yang ingin dikaji,” jelasnya.
Ia menambahkan, kajian literatur perlu dilakukan dengan membaca dan membandingkan penelitian sebelumnya. “Perbandingan konteks dapat memperkaya perspektif analisis,” tambahnya.
Menurutnya, analisis dalam tulisan harus didasarkan pada pendekatan what, why, dan how. “Pendekatan ini membantu penulis dalam menyusun argumen yang lebih kuat,” ungkapnya.
Ar-Rasyid juga menerangkan, penelitian dapat dilihat dari perbedaan ruang, teori, dan waktu. “Perbedaan ini membantu memperjelas posisi penelitian dalam kajian ilmiah,” terangnya.
Dirinya menegaskan, penyusunan artikel harus mengikuti alur yang runtut dari gagasan hingga kesimpulan. “Tulisan yang tidak terstruktur akan sulit dipahami pembaca,” tegasnya.
Di akhir, ia menekankan struktur yang baik akan memperkuat pesan dan kontribusi ilmiah dalam tulisan. “Tulisan yang sistematis akan lebih mudah diterima dalam forum akademik,” pungkasnya. Raf
Wartawan: Ergina kholifah Aljanah (mg)