Oleh : Syatila Ananda Delfi
(Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang)
Pendahuluan
Diskusi merupakan salah satu metode pembelajaran yang penting di lingkungan kampus karena dapat melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan aktif dalam proses belajar. Namun, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang kurang berpartisipasi saat diskusi berlangsung. Di dalam kelas, hanya beberapa mahasiswa saja yang aktif bertanya atau menjawab, sementara yang lainnya cenderung diam dan tidak terlibat dalam diskusi.
Permasalahan ini menjadi penting untuk diangkat karena menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan secara maksimal. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan sebagian mahasiswa yang menggunakan HP saat diskusi berlangsung, terutama yang duduk di bagian belakang kelas. Mereka lebih fokus pada HP seperti bermain media sosial atau chatting dibandingkan mengikuti jalannya diskusi. Hal ini membuat mereka tidak memahami materi yang dibahas, sehingga tidak mampu berkontribusi dalam diskusi.
Masalah ini saya angkat karena sering terjadi di lingkungan kampus dan saya sendiri
menyaksikan secara langsung bagaimana hal tersebut memengaruhi kualitas pembelajaran. Kurangnya partisipasi mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor seperti rendahnya pemahaman materi, penggunaan HP yang tidak tepat, kurangnya rasa percaya diri, serta kesulitan dalam merangkai pertanyaan. Jika hal ini terus dibiarkan, mahasiswa akan terbiasa hanya mendengar penjelasan dosen maupun yang memberikan materi dan kurang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Rumusan masalah dari kondisi ini adalah: Mengapa mahasiswa kurang berpartisipasi saat diskusi kelas dan apa saja faktor penyebabnya? Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui penyebab kurangnya partisipasi mahasiswa serta memberikan solusi yang dapat dilakukan. Manfaatnya adalah meningkatkan keaktifan mahasiswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara sederhana. Observasi dilakukan dengan melihat langsung aktivitas mahasiswa selama diskusi berlangsung, terutama memperhatikan siapa saja yang aktif, siapa yang sibuk menggunakan HP, dan siapa saja yang tidak mendengarkan materi dari dosen maupun yang menyampaikan materi didepan. Sedangkan wawancara dilakukan kepada beberapa mahasiswa, baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Tujuannya untuk mengetahui alasan mereka tidak berpartisipasi dan apakah penggunaan HP mempengaruhi keaktifan mereka dalam diskusi.
Tahap Analisis Data
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan secara langsung di dalam kelas, terlihat bahwa sebagian mahasiswa, terutama yang duduk di bagian belakang, tidak memperhatikan penjelasan materi saat presentasi berlangsung. Mereka cenderung sibuk bermain HP, seperti membuka WhatsApp, TikTok, Instagram, atau bahkan bermain game. Aktivitas ini membuat mereka tidak fokus terhadap jalannya diskusi dan tidak memahami materi yang sedang dibahas.
Selain itu, dari hasil wawancara yang telah dilakukan, ditemukan beberapa faktor penyebab kurangnya partisipasi mahasiswa dalam diskusi kelas. Faktor pertama adalah kurangnya niat untuk bertanya ata berpartisipasi. Mahasiswa yang sejak awal tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam diskusi cenderung memilih bermain HP sebagai pengalihan, sehingga semakin tidak fokus terhadap pembelajaran.
Faktor kedua adalah adanya mahasiswa yang sebenarnya ingin bertanya, namun tidak tahu apa yang ingin ditanyakan. Hal ini disebabkan karena mereka kurang memahami materi, yang juga dipengaruhi oleh kebiasaan tidak memperhatikan saat presentasi berlangsung. Akibatnya, ketika diberikan kesempatan bertanya atau ditunjuk, mereka tidak siap.
Faktor ketiga adalah kurangnya rasa percaya diri. Banyak mahasiswa merasa takut salah, takut pertanyaannya dianggap tidak bagus, atau khawatir akan penilaian dari teman-temannya. Rasa takut ini membuat mereka memilih diam meskipun sebenarnya memiliki keinginan untuk bertanya. Faktor keempat adalah kesulitan dalam merangkai kata-kata untuk membuat pertanyaan. Beberapa mahasiswa mengaku bahwa mereka ingin bertanya, tetapi tidak pandaimenyusun kalimat yang baik, sehingga akhirnya mereka mengurungkan niatnya.
Selain itu, terdapat juga faktor keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Mahasiswa
merasa belum yakin dengan apa yang ingin mereka sampaikan, sehingga lebih memilih untuk tidak berbicara. Ditambah lagi, penggunaan HP yang tidak bijak selama diskusi semakin memperparah keadaan, karena membuat mahasiswa semakin tidak fokus dan tidak terlibat dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kurangnya partisipasi mahasiswa dalam diskusi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya niat, penggunaan HP yang berlebihan saat pembelajaran, rendahnya pemahaman materi, kurangnya rasa percaya diri, serta kesulitan dalam berkomunikasi. Semua faktor ini saling berkaitan dan menyebabkan mahasiswa menjadi cenderung tidak aktif dalam diskusi kelas.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kurangnya partisipasi mahasiswa dalam diskusi kelas merupakan masalah yang sering terjadi di lingkungan kampus. Hal ini terlihat dari masih banyaknya mahasiswa yang tidak aktif bertanya maupun menyampaikan pendapat saat diskusi berlangsung. Penyebab dari masalah ini berasal dari beberapa faktor, yaitu kurangnya niat mahasiswa untuk berpartisipasi, kebiasaan menggunakan HP saat pembelajaran berlangsung, rendahnya pemahaman terhadap materi, kurangnya rasa percaya diri, serta kesulitan dalam merangkai pertanyaan.
Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa perlu meningkatkan kesadaran dan fokus saat pembelajaran berlangsung, serta lebih berani dalam menyampaikan pendapat. Dosen juga dapat membuat aturan terkait penggunaan HP di kelas agar suasana belajar lebih kondusif. Selain itu, yang menyampaikan materi dapat memberikan metode pembelajaran yang lebih santai serta menciptakan suasana kelas yang nyaman agar mahasiswa tidak takut untuk bertanya. Dengan adanya upaya dari mahasiswa dan dosen, diharapkan partisipasi dalam diskusi dapat meningkat dan proses pembelajaran menjadi lebih efektif.