Suarakampus.com– Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menggelar donor darah bertajuk “Connect to Save: Satu Tetes Darah, Jaringan Penyelamat Nyawa.” Kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah, Kamis (11/06).
Komandan KSR PMI, Muhammad Hafidz Rizki menjelaskan, tema kegiatan dipilih karena adanya ketimpangan antara tingginya permintaan darah dengan jumlah pasokan yang tersedia. “Karena itu, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” jelasnya.
Hafidz mengatakan, donor darah merupakan program kerja tahunan KSR PMI yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Tahun ini kami berkolaborasi dengan DEMA Universitas dan DEMA FTK karena memiliki program yang sejalan,” katanya.
Hafidz juga menambahkan, koordinasi kegiatan dilakukan melalui Kementerian Sosial Masyarakat (Sosmas) DEMA Universitas dan DEMA FTK. “Agar kegiatan berjalan lancar, kami membentuk kepanitiaan bersama yang bertugas mengatur seluruh rangkaian donor darah,” tambahnya.
Menurutnya, antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung cukup tinggi dengan target sebanyak 50 pendonor setiap hari. “Pada hari ketiga, jumlah pendonor mencapai 53 orang sehingga target tersebut berhasil terlampaui,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peserta donor darah tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga siswa SMA Negeri 5 Padang, masyarakat umum, petugas kebersihan, hingga petugas keamanan kampus. “Ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan masih sangat tinggi,” sebutnya.
Ia memaparkan kegiatan donor darah berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. “Selain donor darah, kami juga memberikan edukasi mengenai pentingnya donor darah bagi kesehatan dan kemanusiaan,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, donor darah dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. “Selain membantu orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan karena membantu proses regenerasi darah,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan kegiatan. “Masih ada masyarakat yang ragu untuk donor darah karena khawatir darahnya akan habis atau takut terhadap jarum suntik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, calon pendonor perlu mempersiapkan kondisi tubuh dengan baik sebelum melakukan donor darah. “Yang penting, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup agar kondisi tubuh tetap fit saat donor,” tambahnya.
Terakhir, ia berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor darah secara rutin. “Mudah-mudahan kerja sama antara KSR PMI, DEMA Universitas, dan DEMA FTK bisa terus berlanjut pada kegiatan berikutnya,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Nur Hanifah (Mg)
Antusiasme Tinggi, Donor Darah KSR PMI UIN IB Lampaui Target