Komunitas Self-education Mind The Gap Gelar Webinar Upgrading Linkedln Bahas Tentang Cv

Potret tangkap layar webinar upgrading linkedin (sumber foto: Isyana Nurazizah Azwar/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Komunitas self-education mind the gap gelar webinar upgrading linkedln hadirkam Irvandias Sanjaya Career Consultant & Coach Practitioner. Acara ini dilaksanakan melalui Zoom dengan fokus pembuatan CV dan personal branding melalui LinkedIn, Sabtu (29/06).

Irvandias Sanjaya selaku narasumber, menjelaskan Curriculum Vitae (CV) adalah dokumen tertulis yang berfungsi sebagai investasi penting dalam mencari pekerjaan. “Walaupun tulis tangan sudah tidak relevan karena kita sudah tidak lagi pakai pensil apalagi pulpen dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Irvandias mengungkapkan, CV sering kali hanya berisi hal-hal umum yang tidak memberikan efek signifikan. “Orang tau apa yang dilakukan padahal itu adalah yang disebut kita tidak punya sebuah bukti untuk dijadikan suatu dasar kepercayaan orang,” katanya.

Irvandias juga memperkenalkan LinkedIn sebagai alat mutakhir untuk personal branding. “LinkedIn adalah salah satu cara terbaru dalam melakukan personal branding karena di era digital kebutuhan orang untuk berselancar makin tidak terbentuk,” tambahnya.

Lanjutnya, beberapa fitur penting di LinkedIn yang dapat membantu memperkuat profil pribadi. Beberapa fitur LinkedIn antara lain foto profil yang profesional, URL LinkedIn yang mudah diakses, headline yang mencerminkan siapa kita, dan bagian ‘about’ yang menceritakan latar belakang dan pencapaian kita. “Headline itu adalah tajuk yang gampangnya untuk menulis siapa kita, label diri kita seperti seorang podcaster atau ahli dalam isu-isu tertentu,” jelasnya.

Irvandias mengatakan pentingnya bagian ‘experience’ di LinkedIn. “Bagian ini menjelaskan pekerjaan atau kegiatan kita saat ini, termasuk tugas sehari-hari dan pencapaian yang telah diraih,” ucapnya.

Ia juga menyarankan, untuk memanfaatkan kolom ‘skill’ dan ‘media’ untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang kemampuan dan pekerjaan kita. “Fitur ‘analytics’ di LinkedIn memungkinkan pengguna untuk mengetahui seberapa efektif profil mereka. Cara tahu apakah profil kita menjual atau belum atau dalam bisnis berapa value-nya, bisa kita track berapa orang si yang ngetag,” ujarnya.

Tambahnya, pentingnya mencantumkan pendidikan, skill, dan endorsement dalam profil LinkedIn. “Bukti akademik seperti kapan lulus, IPK, dan deskripsi pendidikan jangan sampai salah nulis,” ungkapnya.

Ia berharap agar para peserta webinar dapat memanfaatkan semua fitur LinkedIn dengan optimal untuk membangun personal branding yang kuat. “Semoga kalian semua bisa menggunakan LinkedIn dengan baik,” harapnya.

“Semoga mendapatkan banyak peluang karir yang lebih baik dan juga menyarankan untuk mendapatkan endorsement dari klien atau rekan kerja yang dapat meningkatkan kredibilitas kita di LinkedIn,” tutupnya. Ira

Wartawan: Isyana Nurazizah Azwar (Mg), Salsabil Janah (Mg) dan Siti Afriani Pratiwi (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Viralnya Cek Kodam di Media Sosial, Begini Penjelasan Syekh Ahmad Al-Misry

Next Post

Kajian Be A Good Daughter, Ustadzah Salsabilla Bahas Pentingnya Kesadaran Pengorbanan Ibu

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty