Konsisten di Karya Ilmiah, Saripatimah Sabet Bintang Aktivis Kampus

Suarakampus.com – Rasa gugup saat berbicara di depan umum pernah menjadi tantangan terbesar bagi Saripatimah selama menjalani perkuliahan. Namun, keberaniannya terus mencoba mengantarkannya menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia, delegasi konferensi internasional, hingga meraih predikat Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96 UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (29/7).

Keinginan untuk terus belajar menjadi alasan mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah itu aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia ingin mengenal banyak karakter, memperluas relasi, sekaligus melatih kemampuan bekerja sama dalam tim.


Perjalanan tersebut dijalaninya dengan aktif mengikuti berbagai kompetisi karya ilmiah. Saripatimah juga dipercaya menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia dan bergabung dalam organisasi Generasi Baru Indonesia (GenBI).


Kesempatan mengikuti berbagai kegiatan membawanya meraih juara lomba karya ilmiah tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta juara lomba karya ilmiah tingkat regional Sumatera Barat. Ia juga mendapat kesempatan menjadi delegasi konferensi internasional di Singapura dan Malaysia.


Bagi Saripatimah, pengalaman tampil di berbagai forum menjadi proses yang membantunya mengatasi rasa gugup berbicara di depan umum. Ia memilih terus melibatkan diri dalam setiap kesempatan hingga perlahan tumbuh rasa percaya diri.


Untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan kemahasiswaan, Saripatimah selalu menempatkan perkuliahan sebagai prioritas. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar di kelas, ia baru mengikuti agenda organisasi maupun kompetisi.


Menurutnya, prestasi di bidang karya ilmiah, kepercayaan sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia, serta pengalaman menjadi delegasi konferensi internasional menjadi bekal penting hingga akhirnya terpilih sebagai Bintang Aktivis Kampus.


Saripatimah mengaku pengalaman berorganisasi mengajarkannya banyak hal, terutama tentang kepemimpinan, kerja sama, dan membangun relasi. Baginya, aktivitas kemahasiswaan menjadi ruang belajar yang melengkapi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.


“Bagi saya, penghargaan Bintang Aktivis Kampus bukan sekadar piagam atau nama di atas panggung. Maknanya jauh lebih dalam. Dari mahasiswa yang awalnya canggung public speaking, takut mengambil keputusan, sampai akhirnya berani memimpin tim dan menyelesaikan masalah bersama. Penghargaan ini menandai perubahan dari ikut kegiatan menjadi menggerakkan perubahan,” ujarnya.


Saripatimah berharap penghargaan yang diraihnya menjadi pengingat untuk tidak cepat merasa puas. Ia ingin terus belajar, mengabdi, serta memanfaatkan ilmu dan pengalaman organisasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga penghargaan ini tidak membuat cepat puas. Harapannya bisa terus belajar, terus mengabdi, dan memakai ilmu dan pengalaman organisasi untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” tutupnya. (raf)

Wartawan: Irfannov Zacky Aji Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Langkah Inovasi Nurul Fajri Berbuah Predikat Bintang Aktivis Kampus

Next Post

Muhammad Nasir Lulus Doktor Terbaik dengan IPK 4,00

Related Posts