Suarakampus.com – Ketertarikan Zimi Ahmat Akbar pada protokoler membangun kemampuan komunikasi melalui berbagai panggung kampus. Melalui jalur tersebut, Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah UIN Imam Bonjol Padang ini berhasil raih Bintang Aktivis Kampus pada wisuda 96 hari pertama, Rabu (29/7).
Ketertarikan Zimi pada kegiatan kemahasiswaan muncul dari keinginannya untuk mengembangkan diri di luar aktivitas akademik. Ia melihat organisasi sebagai ruang untuk melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen waktu.
Zimi mengawali perjalanan kemahasiswaannya dengan bergabung dalam organisasi protokoler dan pengembangan diri. Dari pengalaman tersebut, ia mulai memahami pentingnya mengatur waktu dalam menjalani berbagai aktivitas.
“Kegiatan yang saya ikuti pertama kali yakni bergabung di organisasi protokoler dan pengembangan diri. Di organisasi ini saya belajar banyak hal, yang paling terasa adalah manajemen waktu,” ujar Zimi.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komunikasi publik. Selain menjadi bagian dari tim protokoler UIN Imam Bonjol Padang, Zimi juga dipercaya menjadi pembawa acara, moderator, dan host dalam sejumlah kegiatan kampus.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan komunikasi, Zimi juga menekuni bidang akademik melalui berbagai kompetisi. Ia berhasil meraih medali emas dalam Festival Olimpiade Sains dan Prestasi Akademik Nasional kategori Ekonomi Mahasiswa tingkat nasional yang berlangsung di Jawa Tengah pada 10 Maret 2024.
Pada 2026, Zimi kembali meraih medali emas dalam Kompetisi Sains Olimpiade dan Bahasa (KSOB) kategori Bahasa Indonesia Mahasiswa tingkat nasional di Purwokerto. Ia juga pernah meraih juara pertama lomba debat Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Imam Bonjol Padang pada 2024.
Selain aktif dalam bidang komunikasi dan kompetisi, Zimi turut mengambil peran dalam organisasi mahasiswa. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Seni dan Budaya Minangkabau di UKM PPD dan saat ini dipercaya sebagai Badan Penasehat Anggota UKM PPD.
Bagi Zimi, tantangan terbesar dalam menjalani berbagai aktivitas adalah mengatur waktu. Menurutnya, banyak mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan, tetapi tidak semuanya dapat berjalan maksimal karena kurangnya pengelolaan waktu.
“Saya mengatasinya dengan menata semua kegiatan mulai dari jam dan lokasinya. Kegiatan apa yang paling penting atau didahulukan, kemudian memperkirakan berapa waktu yang dibutuhkan,” katanya.
Ia juga membiasakan diri menggunakan kalender kegiatan harian sebagai pedoman dalam menjalani aktivitas. Menurut Zimi, pengalaman yang diperoleh dari kegiatan di luar perkuliahan menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan setelah masa studi.
“Banyak pengalaman yang didapatkan dari kegiatan di luar kampus yang tidak ada di bangku perkuliahan,” tuturnya.
Predikat Bintang Aktivis Kampus yang diraih Zimi menjadi bagian dari perjalanan panjang selama menjadi mahasiswa. Ia menilai penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi atas aktivitas yang dijalani, tetapi juga hasil dari proses belajar, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Bagi saya penghargaan ini menjadi simbol dari proses belajar, dedikasi, dan tanggung jawab yang telah saya jalani selama menjadi mahasiswa,” tutupnya. (Fau)
Wartawan : Irfannov Zacky Aji (Mg).