Fiska Marsha Adinda Jadi Satu-Satunya Lulusan Terbaik BKI

Suarakampus.com – Fiska Marsha Adinda, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Imam Bonjol Padang, berhasil menjadi satu-satunya lulusan terbaik prodi pada wisuda angkatan ke-96.  Capaian tersebut diraih setelah melewati berbagai tantangan, Rabu (29/07).

Fiska Marsha Adinda mengatakan, predikat lulusan terbaik merupakan hasil dari proses panjang yang membentuk konsistensi, keteguhan hati, serta tanggung jawab selama menjalani perkuliahan.

“Rasanya bermimpi. Ini akan menjadi simbol konsistensi, daya tahan, dan tanggung jawab bagi saya,” ujar Fiska.

Menurut Fiska, keterbatasan kondisi keluarga tidak menjadi penghalang untuk terus mengejar pendidikan. Ia menjadikan keinginan membanggakan orang tua sebagai motivasi utama dalam menyelesaikan perkuliahan.

“Saya bertekad bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk mengukir prestasi terbaik di bangku akademik,” tuturnya.

Selama menjalani pendidikan di BKI, Fiska selalu menempatkan kuliah sebagai prioritas utama. Ia aktif mengikuti pelatihan, memperluas relasi, serta memanfaatkan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri.

“Saya datang ke Padang memang untuk meraih gelar sarjana, jadi saya selalu mengutamakan kuliah dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar,” katanya.

Dalam proses perkuliahan, Fiska menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari latar belakang pendidikan SMK, kondisi kesehatan yang beberapa kali mengharuskannya menjalani perawatan, hingga keterbatasan ekonomi keluarga.

“Tantangan terbesar bagi saya adalah bertahan menghadapi mata kuliah keagamaan, melawan penyakit, dan belajar mengelola kondisi ekonomi agar tetap bisa menyelesaikan kuliah,” ungkapnya.

Selain akademik, Fiska aktif mengikuti organisasi dan berbagai kepanitiaan. Ia pernah menjadi:
1. Anggota  HMP BKI 2022/2023.
2. anggota SEMA FDIK 2023/2024.
3. Pengurus HMP BKI 2023/2024
4. Pengurus SEMA FDIK 2024.

Menurutnya, pengalaman organisasi memberikan banyak pembelajaran terutama dalam membangun relasi, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

Pengalaman paling berkesan bagi Fiska adalah ketika berhasil menyelesaikan skripsi di tengah kondisi kesehatan dan berbagai tantangan selama proses penelitian.

“Menyelesaikan skripsi menjadi pembuktian terbesar bagi saya karena harus melawan penyakit, menghadapi berbagai tantangan, dan mempertahankan hasil penelitian di depan para penguji,” jelasnya.

Dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi, Fiska menerapkan manajemen waktu dengan menyelesaikan tugas lebih awal serta mengatur jadwal agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan seimbang.

Ke depan, Fiska berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui beasiswa setelah bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. (Fau)

Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Zimi Ahmat Akbar Ubah Pengalaman Protokoler Menjadi Prestasi

Next Post

Faddli Erman Saputra Raih Bintang Aktivis Kampus Lewat Jejak Organisasi

Related Posts