Inka Rahma Rani Raih Lulusan Terbaik AFI UIN IB

Sumber : Dokumentasi Pribadi Narasumber

Suarakampus.com – Konsisten mengikuti setiap proses pembelajaran mengantarkan Inka Rahma Rani meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Ia menyelesaikan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 dan menerima penghargaan pada pelaksanaan wisuda, Kamis (30/7).

Inka mengaku terharu, bahagia, sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut. Baginya, predikat Lulusan Terbaik merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurut Inka, penghargaan itu bukanlah penanda bahwa dirinya telah mencapai tujuan akhir. Sebaliknya, predikat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian selalu menghadirkan tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Predikat itu juga dipersembahkannya untuk keluarga yang selalu mendampingi setiap proses perjuangannya. Baginya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari doa dan pengorbanan kedua orang tua.

Sumber Kekuatan

Inka tumbuh di tengah keluarga sederhana yang menanamkan keyakinan bahwa pendidikan merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan. Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan agar anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Baginya, doa, kepercayaan, dan dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar selama menjalani perkuliahan. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, predikat Lulusan Terbaik menjadi bentuk penghargaan yang ia persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga atas segala pengorbanan yang telah diberikan.

Menghadirkan Diri dalam Setiap Proses

Dalam menjalani perkuliahan, Inka mengaku tidak memiliki strategi belajar yang rumit. Ia memilih untuk selalu “menghadirkan diri” dalam setiap proses pembelajaran, mulai dari mengikuti perkuliahan, memenuhi tanggung jawab, hingga berusaha memahami setiap materi yang dipelajari.

Ia juga membiasakan diri berdiskusi bersama teman-temannya. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut justru menjadi bagian penting yang membuat proses belajar lebih bermakna.

Tantangan terbesar yang dihadapinya bukan berasal dari faktor di luar dirinya, melainkan dari dirinya sendiri. Ia belajar mengenali keterbatasan, menerima kegagalan, dan menjadikan setiap kesulitan sebagai ruang untuk bertumbuh.

Menurutnya, tidak setiap hari harus berjalan sempurna. Kegagalan dan hambatan merupakan bagian dari proses yang dapat dijadikan refleksi untuk terus melangkah.

Membentuk Cara Pandang

Selain aktif mengikuti perkuliahan, Inka juga terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) serta UKM Protokoler dan Pengembangan Diri. Baginya, organisasi menjadi ruang belajar untuk memahami karakter manusia, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Pengalaman tersebut membuka banyak kesempatan baginya untuk mencoba hal-hal baru yang turut membentuk cara pandangnya terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Menurut Inka, prestasi tidak selalu diukur melalui penghargaan formal. Setiap proses akademik, pengalaman organisasi, dan tanggung jawab yang dijalani selama menjadi mahasiswa merupakan pencapaian yang membentuk dirinya hingga berada di titik saat ini.

Pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah ketika beberapa kali dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam berbagai kegiatan kampus maupun di luar kampus. Kesempatan itu membuatnya lebih percaya diri untuk berbicara di hadapan publik.

Setelah lulus

Dalam membagi waktu, Inka selalu menerapkan skala prioritas terhadap setiap aktivitas yang dijalani. Ketika memutuskan aktif berorganisasi, ia menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan tanpa mengabaikan kewajiban akademik.

Ia menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang paling berperan dalam perjalanan studinya. Selain keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitar juga memberikan banyak pelajaran serta dukungan selama menjalani kehidupan di perantauan.

Setelah menyelesaikan studi, Inka ingin membuka diri terhadap berbagai peluang, terutama di dunia kerja. Ia juga berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi apabila diberikan kesempatan.

Bagi Inka, proses belajar tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Selama masih memiliki kesempatan, ia ingin terus berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Selama masih diberi kesempatan untuk bertumbuh dan memberi manfaat, saya ingin terus melangkah dan mengembangkan diri,” tutupnya. (Fau)

Wartawan : Randhi Vahrozi Hutabarat (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ibnul Anies Raih Lulusan Terbaik Tadris Matematika UIN IB

Next Post

Persembahan Zikra Untuk Ibu dan Kakak

Related Posts