Suarakampus.com – Disiplin belajar, konsistensi, dan dukungan orang tua mengantarkan Ibnul Anies meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Tadris Matematika pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Ia menuntaskan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan menerima penghargaan pada pelaksanaan wisuda, Kamis (30/7).
Ibnul mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Baginya, predikat lulusan terbaik merupakan impian yang telah lama ia perjuangkan melalui keyakinan, kerja keras, dan proses belajar yang konsisten selama menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, merasa senang, sekaligus bangga pada diri sendiri. Pencapaian ini menjadi bukti keyakinan dan usaha keras selama menempuh pendidikan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Menurut Ibnul, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas nilai akademik, melainkan bentuk apresiasi terhadap proses yang telah dilaluinya. Ia menilai seluruh wisudawan memiliki perjuangan masing-masing, hanya saja dirinya mendapat kesempatan menerima predikat tersebut.
Ia juga memandang capaian itu membawa tanggung jawab baru untuk menjaga integritas, profesionalitas, dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh agar bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan studinya tidak selalu mudah. Ibnul menceritakan kondisi ekonomi keluarganya sempat berubah sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Meski demikian, kedua orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh agar ia dapat menyelesaikan pendidikan.
Keinginan membanggakan orang tua menjadi motivasi terbesarnya. Ia juga bercita-cita membantu pendidikan adik-adiknya hingga jenjang yang lebih tinggi serta menjadi penopang keluarga.
Dalam menjaga prestasi akademik, Ibnul meyakini keberhasilan tidak terlepas dari doa dan restu orang tua. Nasihat untuk selalu berbakti kepada ayah dan ibu menjadi prinsip yang terus dipegang selama menjalani perkuliahan.
“Kunci sukses nomor satu adalah berbakti kepada kedua orang tua. Ridho Allah SWT, doa, serta senyuman orang tua itu energi luar biasa buat saya,” tuturnya.
Strategi belajarnya terbilang sederhana. Ia membiasakan diri mengerjakan tugas sejak awal, memahami materi secara mendalam, disiplin mengatur waktu, dan aktif berdiskusi dengan dosen maupun teman untuk memperluas pemahaman.
Menurutnya, tantangan terbesar selama kuliah bukan persoalan ekonomi, melainkan memastikan kemampuan yang dimiliki benar-benar sejalan dengan nilai akademik yang diperoleh. Ia tidak ingin sekadar mengejar angka, tetapi juga menguasai kompetensi yang dibutuhkan.
Di luar itu, Ibnul mengaku masih harus melawan rasa malas. Ia percaya kedisiplinan, konsistensi, dan rasa syukur menjadi cara terbaik untuk terus berkembang.
Selama menjadi mahasiswa, Ibnul aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), berbagai kepanitiaan, publikasi ilmiah, serta kegiatan akademik bersama dosen. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan bekerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, memperluas relasi, dan melatih keberanian menyampaikan pendapat.
Menurutnya, organisasi menjadi ruang pengembangan diri yang melengkapi pembelajaran di kelas. Selama mampu mengatur waktu dan menentukan prioritas, aktivitas akademik maupun organisasi dapat berjalan beriringan.
Di bidang akademik, Ibnul berhasil menerbitkan dua artikel ilmiah pada jurnal bereputasi SINTA. Artikel pertamanya berjudul Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Project Based Learning yang Praktis dan Efektif di Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (SINTA 3). Artikel kedua berjudul Effectiveness of “Berhitung Cepat” Training on the Foundational Mathematics Competence of Madrasah Ibtidaiyah Teachers di Math Educa Journal (SINTA 2).
Selain itu, ia dipercaya menjadi pemateri pada Pelatihan Mathematics Technology yang diselenggarakan HIMATIKA pada 2025 serta Pelatihan Software GeoGebra pada 2026.
Bagi Ibnul, menerbitkan dua publikasi ilmiah dan dipercaya menjadi pemateri merupakan pengalaman paling membanggakan selama kuliah. Ia berharap kontribusi tersebut dapat menjadi jejak positif bagi Program Studi Tadris Matematika.
Dalam membagi waktu, Ibnul selalu menempatkan perkuliahan sebagai prioritas utama. Namun, ia tetap memberi ruang bagi organisasi dan kegiatan pengembangan diri karena meyakini keduanya dapat saling melengkapi.
Ia menyebut orang tua dan keluarga sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan studinya. Dukungan kerabat, dosen, serta orang-orang terdekat juga menjadi sumber motivasi hingga berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik.
Usai menyelesaikan studi, Ibnul berencana mengamalkan ilmu yang dimilikinya di dunia kerja. Ia juga berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi apabila diberikan kesempatan.
“InsyaAllah jika ada kesempatan dan rezeki, saya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, mengejar karier dan cita-cita, serta membahagiakan orang tua, keluarga, dan orang-orang di sekitar,” tutupnya. (Fau)
Wartawan : Randhi Vahrozi Hutabarat (Mg).