Persembahan Zikra Untuk Ibu dan Kakak

Sumber : Dokumentasi Pribadi Narasumber


Suarakampus.com – Kepergian sang ayah saat masih duduk di bangku kelas III SMP sempat membuat Zikra Amia Putri kehilangan semangat melanjutkan pendidikan. Berkat doa ibu dan dukungan kedua kakaknya, ia bangkit hingga dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dengan IPK 3,81, Rabu (29/7).

Zikra mengaku tidak menyangka dapat menjadi salah satu lulusan terbaik di program studinya. Baginya, penghargaan tersebut menjadi hadiah atas perjuangan panjang yang telah dilalui selama menempuh pendidikan.

Menurut Zikra, predikat itu bukan hanya miliknya. Ia mempersembahkannya kepada sang ibu yang tak pernah berhenti mendoakan serta kakak perempuannya yang membiayai seluruh kebutuhan kuliahnya.

Baginya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pengorbanan keluarga yang selalu mendukung setiap langkahnya.

Bangkit Setelah Kehilangan Ayah

Perjalanan Zikra selama kuliah tidak terlepas dari kisah kehilangan ayah ketika dirinya masih duduk di bangku kelas III SMP. Peristiwa itu sempat membuatnya mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, kedua kakaknya tidak membiarkan keadaan itu menghentikan cita-citanya. Kakak laki-lakinya lebih dulu membantu membiayai pendidikan kakak perempuan hingga menjadi aparatur sipil negara (ASN), kemudian keduanya bertekad agar Zikra juga dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Keinginan membalas pengorbanan keluarga menjadi motivasi terbesar bagi Zikra hingga berhasil menyelesaikan studi dengan predikat Lulusan Terbaik. Ia juga mengapresiasi dosen pembimbingnya, Juliana Batu Bara, yang terus mendampinginya selama menyusun tugas akhir.

Tidak Menunda Pekerjaan

Dalam menjalani perkuliahan, Zikra membiasakan diri menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin. Baginya, tugas yang dapat diselesaikan hari ini tidak perlu ditunda hingga esok.

Kebiasaan tersebut membuat berbagai tugas akademik dapat diselesaikan dengan lebih teratur selama masa perkuliahan.

Menurutnya, tantangan terbesar selama kuliah berasal dari rasa malas dan lelah yang kerap muncul di tengah padatnya aktivitas. Saat semangat mulai menurun, ia selalu mengingat perjuangan keluarga yang telah mendukung pendidikannya.

Belajar Lewat Pengalaman Organisasi

Selain mengikuti perkuliahan, Zikra pernah dipercaya menjadi bendahara dalam seminar internasional yang diselenggarakan Program Studi BKPI. Pengalaman tersebut mengajarkannya pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan komunikasi dalam sebuah tim.

Baginya, pengalaman organisasi memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika berhasil menyelenggarakan seminar internasional bersama teman-teman satu angkatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Menatap Pendidikan Profesi

Dalam membagi waktu, Zikra memiliki kebiasaan belajar setelah salat Magrib hingga Isya. Menjelang ujian, ia memilih belajar lebih awal, yakni pukul 03.00 hingga 05.00 pagi, agar lebih fokus memahami materi.

Ia menyebut keluarga sebagai sosok yang paling berperan dalam keberhasilannya. Dukungan dan kepercayaan yang diberikan tanpa pernah memaksanya menjadi penyemangat untuk terus memberikan hasil terbaik.

Setelah menyelesaikan studi, Zikra berencana melanjutkan pendidikan profesi. Ia juga berharap suatu saat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

“InsyaAllah saya ingin melanjutkan kuliah profesi atau nanti melanjutkan ke jenjang S2,” tutupnya. (Fau)

Wartawan : Randhi Vahrozi Hutabarat (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Inka Rahma Rani Raih Lulusan Terbaik AFI UIN IB

Next Post

Puncak Mimpi Perkuliahan Anggun Lulusan Terbaik TBI

Related Posts