Lampu Lalu Lintas Bypass Mati Dua Hari, Warga Khawatir Kecelakaan

Lampu lalu lintas Bypass. Sumber: Aisyah.

Suarakampus.com– Sejumlah masyarakat resah karena lampu lalu lintas di persimpangan Bypass mati selama dua hari. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menjadi kacau dan tidak beraturan sehingga warga khawatir terjadi kecelakaan di lokasi, Sabtu (22/8).

Salah seorang warga, Konze mengakui akibat lampu lalu lintas yang tidak menyala selama dua hari mengakibatkan masyarakat tidak beraturan dalam menyeberangi jalan, baik yang pulang maupun pergi.

“Banyak dari mereka yang pergi dan keluar menerobos saja langsung tanpa memastikan kiri dan kanannya sudah kosong. Ditakutkan akan terjadi kecelakaan fatal dan korban yang nantinya bakal berjatuhan di sini,” jelasnya.

Sampai saat ini belum ada korban jiwa yang berjatuhan di sini, namun menurutnya kondisi tersebut sebenarnya tinggal menunggu waktu saja sampai ada yang bertabrakan di lokasi jalan simpang empat perlintasan tersebut.

“Yang jelas pastinya saya tidak nyaman akibat tidak adanya lampu lalu lintas ini, bikin resah saja. Kalau dibiarkan berlarut-larut, misalnya hal seperti ini sampai seminggu, pastinya akan ada drama yang terjadi di lokasi ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rizal mengungkapkan,nkondisi lampu lalu lintas membuat pengendara harus selalu waspada terhadap masyarakat yang lalu-lalang.

“Banyak yang perlu diwaspadai di lokasi ini, salah satunya mobil truk, kendaraan proyek, mobil pengangkut dan sebagainya. Pastinya susah buat mereka melihat motor di bawah mereka, apalagi di samping mereka, juga sempat terjadi slip, habis sudah,” ungkapnya.

Mengakhiri jawabannya, Rizal berpesan agar ada tindakan langsung dari kepolisian setempat untuk memperbaiki dan menelusuri lampu lalu lintas yang mati sehingga kondisi tersebut tidak terus membuat warga was-was dan tidak nyaman.

“Semoga pihak kepolisian segera datang dan memperbaiki lampu lalu lintas serta menjadikannya normal kembali seperti biasanya,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan: Irfanov Zacky Aji (Mg) , Siti Nur Aisyah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pedagang Kantin UIN IB Resah, Tarif Sewa dan Sepinya Pengunjung Jadi Kendala

Next Post

SCAM BERKEDOK MCU: MENGGUGAT KOMERSIALISME DAN GELAPNYA TRANSPARANSI UIN IMAM BONJOL PADANG

Related Posts