SCAM BERKEDOK MCU: MENGGUGAT KOMERSIALISME DAN GELAPNYA TRANSPARANSI UIN IMAM BONJOL PADANG

Oleh : Dhebby Pradhitya

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam

Tiap tahun ajaran baru, ribuan mahasiswa baru UIN Imam BonjolPadang disodori kewajiban yang sama untuk mengikuti serangkaian prosedur sebelum memasuki dunia kampus. Salah satunya adalah mengikuti MCU (Medical Check Up). Dari tes urine hingga tes napza, rata-rata hampir semua mahasiswa baru mematuhi himbauan itu karna kami percaya hal demikian memiliki niat yang baik dan tujuan yang bagus. Tapi apa yang kami pertanggung jawabkan tidak berbanding lurus dengan hak yang harusnya kami dapati, setelah kami mengeluarkan sejumlah uang untuk memenuhi tanggung jawab itu, tapi kampus tak memenuhi hak yang harusnya kami dapati.

Sejak angkatan sebelumnya hingga kami pun angkatan 2024 adalah salah satu korban dari program Scam ini, kami disuruh bayar dan sudah diperiksa sesuai prosedur yang telah ditetapkan, tapi hasilnya tak kunjung terbit dan diserahkan pada kami hingga detik ini. Wajar saja jika kami menuntut dan berpikiran bahwa ini adalah penipuan yang memunculkan berbagai persepsi. Sikap pihak kampus yang tidak transparan makin menegaskan bahwa ada hal besar yang disembunyikan. Kemana sebenarnya aliran dana MCU yang terkumpul ratusan juta itu? Dugaan penyimpangan ini bukan lagi rahasia yang harus ditutupi, kami mahasiswa tidak buta!

Baru-baru ini juga telah dilakukan pelaporan oleh Pak Muhammad Firmansyah, Manajer Pusat Pengembangan Bisnis UIN Imam Bonjol Padang, ia melaporkan penyimpangan dana pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) mahasiswa baru tahun 2023 ke kejaksaan tinggi sumatra barat pada Selasa 11 Agustus 2026 kemarin. Didalam wawancaranya bersama suara kampus ia menyebutkan nilai dana yang diduga mengalami penyimpangan itu ditaksir mencapai Rp973,8 Juta dari total mahasiswa 4.890 orang pada tahun 2023 lalu.

Kami dari elemen mahasiswa pun telah melakukan berbagai upaya untuk menuntut hak kami, demonstrasi pun telah kami lakukan agar pihak kampus mau terbuka dan transparansi. Tapi yang kami dapati hanyalah iming-iming dan omon-omon tanpa kejelasan yang pasti sampai hari ini, 2 tahun kami berkuliah di UIN tapi kasus ini masih belum ada kejelasan.

Saya pribadi melalui tulisan ini mewakili seluruh elemen mahasiswa terkhususnya mahasiswa angkatan 2024, menuntut keras kepada pihak kampus untuk segera membuka transparansi anggaran dan menyerahkan hak-hak kami yang telah kami bayar yaitu dengan memberikan hasil MCU kami tanpa ada yang ditutupi. Berhenti bersembunyi dibalik tembok rektorat. Kami datang ke kampus ini untuk menuntut ilmu bukan untuk diajarkan berbisnis gelap seperti ini.

Kami juga menuntut keras kepada pihak berwajib, kejati sumbar dan aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut tuntas indikasi korupsi yang terjadi dilingkungan kampus UIN Imam Bonjol Padang. Usut sampai ke akar-akarnya, jangan ada oknum yang kebal hukum dan hukum tidak boleh tebang pilih. Saya pun menghimbau kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa dari semua jurusan dan lintas angkatan, mari kita lawan, jangan mau diam apa lagi dibungkam oleh penguasa rektorat, mari rapatkan barisan, jaga api perlawanan atas ketidakadilan ini. Kawal sampai tuntas!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Lampu Lalu Lintas Bypass Mati Dua Hari, Warga Khawatir Kecelakaan

Related Posts