Suarakampus.com– Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) menggelar Upgrading Ormawa di Aula FUSA. Kegiatan tersebut menekankan penguatan soft skill mahasiswa dalam membangun tata kelola organisasi yang adaptif, profesional, dan berintegritas, Rabu (9/9).
Ketua Panitia, Zalsabila, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan Senat Mahasiswa FUSA tersebut mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Ormawa Menuju Tata Kelola Ormawa yang Adaptif, Profesional dan Berintegritas”.
“Dari tema tersebut, kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh ormawa untuk menciptakan dan mewujudkan tata kelola yang adaptif, profesional, dan berintegritas,” katanya.
Zalsabila menjelaskan, kegiatan tersebut didukung oleh lima orang panitia yang terdiri dari ketua panitia, sekretaris panitia, bendahara panitia, koordinator acara, dan koordinator publikasi, dekorasi, dan dokumentasi (Pubdekdok). Meski dengan jumlah panitia yang terbatas, kegiatan tetap dapat terlaksana melalui kerja sama dan komunikasi.
“Berkat kerja sama dan komunikasi serta dukungan dari berbagai pihak, alhamdulillah kegiatan upgrading ini dapat berjalan lancar dan terlaksana,” jelasnya.
Mahasiswi ini juga menyampaikan, terima kasih kepada pimpinan fakultas, seluruh ormawa, dan panitia yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Saya juga mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan. Jika ada yang salah, ini menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya,” sampainya.
Ketua Umum Senat Mahasiswa FUSA, Azrian Isyfaul Fuadi, mengungkapkan kegiatan upgrading umumnya dilaksanakan pada awal kepengurusan. Namun, kegiatan tersebut baru dapat dilaksanakan pada akhir masa kepengurusan karena terdapat sejumlah kendala yang dihadapi sejak awal.
“Biasanya upgrading dilakukan di awal-awal kepengurusan, tetapi sekarang kita adakan di akhir karena ada berbagai kendala yang sama-sama kita hadapi di awal kepengurusan. Alhamdulillah, kendala tersebut bisa kita kesampingkan dan upgrading tetap terlaksana,” katanya.
Menurut Azrian, materi upgrading tidak lagi berfokus pada kepemimpinan dasar dan penyelesaian masalah karena peserta telah memiliki pengalaman dalam organisasi. Kegiatan kali ini lebih diarahkan pada penguatan kemampuan teknis dalam mengelola organisasi.
“Kalau berbicara tentang upgrading, kita tidak lagi membahas kepemimpinan atau bagaimana cara menyelesaikan masalah. Bagi teman-teman yang sudah mendalami organisasi mahasiswa, sekarang kita lebih berbicara tentang teknis,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III, Ilhamni mengatakan kegiatan upgrading sebelumnya mengalami penundaan karena sejumlah kendala. Kegiatan yang seharusnya dilaksanakan setelah pelantikan ormawa tersebut akhirnya dilaksanakan pada 9–10 September 2026.
“Seharusnya setelah dilantik, kegiatan upgrading ini segera dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala sehingga baru bisa dilaksanakan pada hari ini, tanggal 9 sampai 10 September,” katanya.
Ilhamni menyebut persoalan pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami penganggaran, unsur yang dapat dimasukkan dalam laporan, hingga mekanisme pelaporan keuangan.
“Bagaimana cara penganggarannya, apa saja unsur yang bisa dimasukkan ke dalam laporan dan bisa diterima dalam anggaran, kemudian bagaimana cara melaporkannya. Selama ini mungkin kadang-kadang terjadi miskomunikasi,” sebutnya.
Ia menuturkan penguatan komunikasi dan pemahaman teknis diperlukan agar mahasiswa mampu merancang, melaksanakan, hingga melaporkan kegiatan dengan baik. Sebab, penyelesaian laporan juga berkaitan dengan proses pencairan anggaran..
“Mahasiswa memahami bagaimana merancang kegiatan, melaksanakan kegiatan, kemudian juga memahami bagaimana melaporkannya. Kalau laporan tidak selesai dengan baik, keuangannya juga susah untuk dicairkan,” tuturnya.
Ilhamni berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan upgrading dengan serius karena materi yang diberikan dapat menjadi bekal dalam menjalankan organisasi. Ia menilai penguatan soft skill tersebut tidak hanya bermanfaat selama kegiatan, tetapi juga dapat digunakan dalam pengelolaan organisasi ke depannya.
“Ini adalah penguatan soft skill kita sebagai bagian dari ormawa di fakultas maupun universitas. Ilmu yang didapat hari ini manfaatnya bisa jangka panjang, tidak hanya untuk hari ini,” tutupnya. (Fau)
Wartawan: Nur Hanifah (Mg), Lina Indriani (Mg)
Related Posts
Sengkarut Kuliah Daring, Sistem Perkuliahan Semester Depan Belum Ditetapkan
Suarakampus.com- Pelaksanaan perkuliahan dalam jaringan (daring) di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol dinilai tidak berjalan maksimal. Masalah…
Selain Buruk bagi Kesehatan Mental Seseorang, Pelaku Body Shaming Juga Dapat Dipidana
Penulis : Yosi Yusra Suarakampus com- Body Shaming merupakan tindakan mencemooh atau mengejek penampilan fisik seseorang. Belakangan ini…
Pentingnya Pembekalan Karir Mahasiswa Lulusan Fusa
Suarakampus.com- Bekali calon wisudawan dalam persiapkan diri di dunia kerja, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Studi…