Cinta Beda Usia

Oleh: M. Abdul latif

Separuh malam aku terbangun
Para malaikat sudah bersiap-siap mencatat amalku
Namun naasnya, deringan pesan singkat bergetar pada ponselku
Mengecoh makhluk tanpa nafsu itu

“Selamat malam” pesan mu mampu melumpuhkan logika yang semestinya
Kamu berhasil mengarungi dimensiku
Berkeliaran tanpa bisa dihentikan

Sebelum fajar datang
Aku sudah mulai tenggelam
Tenggelam dan terus tenggelam
Tanpa bisa menggapai keluar menuju tepian

Sudah banyak tim sar mengevakuasi jiwa dan ragaku
Bahkan dengan kalimat ejekan
Hey.. kau hanya terumbu karang
Lautan itu sangat luas, tidak pantas kau mengelilinginya

Hey… kau hanya rerumputan
Pohon itu sangat tinggi, mana mungkin kau tumbuh di atasnya
Teori itu kamu patahkan
Dengan fakta yang kamu hadirkan

Aksi kritis mereka tak mengalahkan
Audiensi hatiku kepada mu
Aku berani menggapai mu
Meski jarak aku dan kamu terlampau jauh

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Jelang KKN-KS, LP2M UIN IB Siapkan Dua Tahap Penjadwalan

Next Post

Catat, Lima Etika Memberi Nasihat

Related Posts

Bibir Jurang

Oleh: Ratu Ilyani Dalam nestapa, aku bimbangHendak melangkah namun tak sanggup melompati jurangAda rasa ingin melanjutkan juang tapi…
Selengkapnya

Ibu Kaulah Mentariku

Oleh: Dini Harianti  Ibu…Kaulah wanita terhebat bagikuSenyumanmu adalah kebahagiaan bagikuKetulusanmu merupakan kehangatan bagiku Ibu…Pengorbananmu sungguh besar bagikuKau menjagaku…
Selengkapnya

Diam

Oleh: Firga (Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang) Dalam diam aku menyimpanMenyimpan malu yang aku pendamMeninggalkan luka yang tergoreskanSulit…
Selengkapnya
Total
0
Share