Suarakampus.com – Perbaikan jembatan penghubung Pasar Pagi Tanjung Aur menuju Simpang Tiga Parak Karambie berdampak pada aktivitas pedagang. Akses yang tidak dapat dilalui sebabkan jumlah pengunjung pasar berkurang, Rabu (19/8).
Salah seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, perbaikan jembatan membuat pendapatan warung kecil di sekitar jembatan menurun.
“Biasanya kami mengandalkan warga yang melintasi kawasan tersebut untuk beraktivitas maupun berbelanja,” katanya.
Ia mengaku kecewa dengan adanya perbaikan jembatan, sebab pendapatannya berkurang.
“Mulai dari ujung pintu masuk sampai keluar, omzet kami mati, padahal sebelumnya berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Harapannya, perbaikan segera rampung.
“Semoga akses jalan bisa dibuka dan aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala,” pungkasnya.
Tidak hanya pedagang, penutupan akses jembatan juga membuat warga, siswa SMA, dan mahasiswa harus memutar melalui jalur lain.
Mahasiswa SMA, Tasya mengungkapkan, Jembatan selama ini menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat.
“Namun sejak rusak, jarak tempuh menjadi lebih jauh karena harus putar arah,” ungkapnya
Ia berharap, proses perbaikan berlangsung cepat.
“Jembatan memiliki fungsi penting bagi warga terutama pedagang sekitar Pasar Pagi Tanjung Aur,” imbuhnya. (rar)
Wartawan : Irfanov Zacky Aji (Mg)