Demo di Kejati Sumbar Sempat Dikaitkan dengan Mahasiswa UIN IB, Begini Fakta di Lapangan

Dokumentasi demonstrasi di Kejati Sumbar (sumber: Devita Rahmah/ Suarakampus.com)

Suarakampus.com -Sekitar 200 personel kepolisian Polresta Padang dikerahkan untuk mengamankan halaman Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat sejak pukul 12.00 WIB. Pengamanan dilakukan setelah beredar informasi mengenai aksi demonstrasi yang disebut melibatkan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Kamis (16/07).

Desas-Desus Demonstrasi

Salah seorang pihak Kejati Sumbar, Budi Sastera menjelaskan, pengamanan diperketat karena informasi mengenai rencana demonstrasi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

Mantan Pelaksana Harian Seksi Penerangan Hukum (Plh. Kasi Penkum) Kejati Sumbar itu mengatakan, aksi diperkirakan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hingga siang hari massa yang dimaksud tidak kunjung hadir.

“Hingga saat ini, pendemo belum datang,” ujarnya kepada suarakampus.com pukul 14.40.

Sementara itu, salah seorang personel pengamanan dari Polresta Padang, Afrino menyebutkan, aparat telah bersiaga di Kantor Kejati Sumbar sejak pukul 12.00 WIB untuk mengantisipasi jalannya aksi.

Massa Bukan Mahasiswa UIN IB

Berdasarkan pantauan Suarakampus.com di lokasi, pukul 15.20 WIB, massa yang datang bukan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Aksi justru dilakukan oleh Gerakan Aktivis Muda Sumatera Barat dengan jumlah peserta kurang dari 10 orang.

Koordinator Lapangan Aksi, Ridho Kurnia, menyampaikan lima tuntutan yang mencakup isu daerah hingga nasional. Ia menyoroti reformasi di tubuh kejaksaan serta penanganan sejumlah perkara hukum.

“Kami menuntut reformasi kejaksaan, tangkap dan adili Jampidsus Febrie, serta evaluasi kinerja Kejaksaan Negeri Pasaman Barat yang dinilai kurang transparan menangani kasus di daerah tersebut,” tegasnya saat menyampaikan orasi di hadapan pihak Kejati Sumbar.

Kejati Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Menanggapi tuntutan massa, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumbar, Saldi menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan diterima dan dipelajari lebih lanjut.

“Aspirasi akan saya proses dulu,” ujarnya.

Aksi demonstrasi berakhir tertib dan damai. Massa bersama aparat kepolisian membubarkan diri sekitar pukul 15.45 WIB. (Raf)

Wartawan : Devita Rahma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

GAM Kantongi Lima Tuntutan Saat Berunjuk Rasa di Kejati Sumbar

Next Post

GMNI Nilai Penanganan Aparat terhadap Aksi Mahasiswa Masih Gamang

Related Posts