Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mengatur pengelolaan Kopi Iebe melalui kerja sama dengan pengusaha kopi lokal Sumatra Barat. Pihak kampus menyediakan lokasi, sementara pengusaha mengelola operasional dan pembagian hasil, Kamis (17/9).
Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN Imam Bonjol Padang Winbaktianur mengatakan, kehadiran Kopi Iebe berawal dari kebutuhan mahasiswa dan dosen akan akses kopi di lingkungan kampus. “Ide ini muncul karena Mahasiswa pecinta kopi harus jauh-jauh keluar kampus mencari kopi,” katanya.
Win menuturkan, kerja sama tersebut dilakukan setelah pihak pengusaha kopi lokal menawarkan diri untuk masuk ke lingkungan kampus. “Pihak perusahaan ingin menawarkan diri untuk kerjasama ini,” tuturnya.
Ia menyebut, kerja sama tersebut mendapat persetujuan pimpinan sebelum ditindaklanjuti oleh Pusat Pengembangan Bisnis. “Setelah dapat lampu hijau, kita tindaklanjuti,” sebutnya.
Win mengungkapkan, Kopi Iebe ditempatkan di tiga lokasi yang telah ditentukan pihak kampus. “Ada tiga, depan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, depan Gedung Adab dan Humaniora, serta Tarbiyah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihak kampus tidak mengelola langsung operasional pedagang Kopi Iebe. “Untuk pedagang itu bekerja di pihak yang punya perusahaan kopi, jadi kita hanya siapkan tempat, dapat bagi hasil dan laporan penjualannya,” jelasnya.
Menurutnya, gerobak dan kebutuhan operasional juga disiapkan oleh pihak pengusaha kopi. “Jadi kita hanya menyiapkan pasar, untuk gerobaknya juga mereka yang siapkan,” ujarnya.
Win memaparkan, Kopi Iebe mulai beroperasi pada akhir Juli, kemudian sempat berhenti karena pelaksanaan wisuda ke-96 UIN Imam Bonjol Padang. “Mulai di bulan Juli akhir, namun beberapa hari kemudian stop karena ada wisuda ke-96,” paparnya.
Ia menambahkan, operasional Kopi Iebe kembali berjalan setelah kegiatan PBAK dan berlangsung hingga sekarang. “Kemarin mulai lagi terhitung sejak PBAK sampai sekarang,” tambahnya.
Pedagang Kopi Iebe, Raynaldi mengatakan, lokasi berjualan telah ditentukan oleh pihak kampus. “Tempat stand-nya memang ditentukan,” ujarnya.
Raynaldi mengatakan, Kopi Iebe mulai beroperasi sejak pukul 09.00 WIB dengan harga minuman berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu. “Buka dari jam sembilan, tarif kopinya sekitar sepuluh sampai dua belas ribu,” katanya.
Ia mengungkapkan, ada bervariasi menu kopi yang disediakan dan untuk yg tidak suka kopi juga tersedia varian matcha. “Menunya ada kopi susu, kopi susu strong, matcha, cokelat SilverQueen, dan susu gula aren,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Ergina Kholifah Aljanah (Mg)
UIN IB Padang Atur Pengelolaan Kopi Iebe melalui Kerja Sama