Oleh: Nanang Sanjaya
(Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Imam Bonjol Padang)
Di ujung waktu kita berdiri
Tak lagi dalam langkah yang sama
Langit pagi jadi saksi
Betapa berat kata “selamat tinggal”
Ada tawa yang belum
Sempat usai
Cerita yang belum rampung ditulis
Tapi waktu tak bisa diajak berdamai
Ia terus berjalan, meski hati ingin diam
Kau dan aku dua titik yang pernah berdekatan
Kini perlahan menjauh oleh takdir dan pilihan
Namun kenangan, seperti angin
Tak pernah benar-benar hilang dari ingatan
Langkah mu semangkin jauh dari pandangan
Dan tawa mu masih tetep tinggal di ruang kenangan
Pada angin aku menyampaikan doa’ doa’
Untuk kata maaf yang tertinggal di antara jeda
Jika suatu hari kita saling lupa
Biarlah puisi ini jadi pengingatnya
Bahwa pernah, dalam satu masa
Dalam rumah bagi kata cinta