Oleh : Zahra Mustika (Prodi Studi Agama Agama )
Kala itu
Aku bisu yang kehabisan kata
Hanya mampu berbicara lewat mata
Aku lelah di terpa nestapa
letih di geluti gulana
Aku melangkah
dengan ayunan kaki yang tertahan
Hidup bergelimang luka tak sepadan
Aku di penuhi retakan
Perih memendam perasaan
Ia harus ku tinggalkan
Ku relakan
hatiku yang malang
Biarlah ku biarkan
Aku tak melepasnya
Aku tak merela
Hancur usai mendamba
Kini, engkau tinggal cerita