Suarakampus.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus mengukuhkan 17 anggota magang sekaligus menutup rangkaian Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) 2026 di Taman Imam Bonjol, Kota Padang, Minggu (8/11).
Praktik Peliputan di Dua Lokasi
Pada hari ketiga Diklatsar 2026, sebanyak 17 peserta mengikuti praktik peliputan di Museum Adityawarman dan Pasar Raya. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok.
Ketua Panitia Diklatsar, Ergina Kholifah Aljanah mengatakan, kegiatan peliputan berjalan lancar hingga peserta menyelesaikan penulisan berita setelah zuhur.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan peserta sudah menulis hasil peliputan setelah zuhur,” katanya.
Gina turut mengapresiasi semangat peserta selama mengikuti rangkaian Diklatsar.
“Terima kasih karena tetap bersemangat menjalani Diklatsar dan selamat menjadi bagian keluarga besar LPM Suara Kampus,” ujarnya.
Peserta Diingatkan tentang Tanggung Jawab Jurnalistik
Pemimpin Umum LPM Suara Kampus, Muhammad Ibrha Nefdrian menjelaskan, tahapan kerja jurnalistik yang diterapkan selama Diklatsar merupakan gambaran aktivitas yang akan dijalani anggota selama bergabung dalam organisasi.
“Tahapannya dimulai dari wawancara, penentuan angle, penulisan hingga penyuntingan berita,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Peliputan hari ini menjadi gambaran kegiatan jurnalistik yang nantinya akan kalian lakukan selama bergabung dengan LPM Suara Kampus,” tambahnya.
Sementara itu, senior LPM Suara Kampus, Fajar Hardiansyah menyebutkan, lembaga pers mahasiswa merupakan wadah untuk belajar, menyampaikan informasi, dan mempertanggungjawabkan pemberitaan kepada masyarakat.
“Suara Kampus adalah tempat kita belajar, menyampaikan berita, dan bertanggung jawab atas apa yang telah kita sampaikan,” sebutnya.
Fajar juga mengingatkan anggota magang agar menjadikan lembaga sebagai ruang belajar dan tidak menjadikan persoalan selama berorganisasi sebagai alasan untuk mengeluh.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat memberikan pembelajaran lebih luas dibandingkan sekadar belajar di ruang kelas.
“Pengalaman berorganisasi akan memberikan pembelajaran lebih luas dibandingkan sekadar belajar di ruang kelas,” ujarnya.
Ia berharap anggota magang dapat mempertanggungjawabkan pilihan mereka untuk bergabung dengan LPM Suara Kampus serta memberikan kontribusi terbaik selama berproses di lembaga.
“Suara Kampus tidak membutuhkan kalian, tetapi kalian yang membutuhkan Suara Kampus,” tuturnya.
17 Anggota Magang yang Dikukuhkan
Sebanyak 17 anggota magang yang dikukuhkan menjadi bagian dari keluarga besar LPM Suara Kampus, yaitu:
- Ridho Febrian
- Suci Dwi Hikmah
- Azizah
- Muhammad Zaky
- Arika Citra Lestari
- Dhelila Axina Khairani
- Annisa Br Bancin
- Delia Nanda Putri
- Irat
- Muhammad Yunus
- Febri Yulia Nanda
- Nabilla Rizqia Afifah
- Ervi Octa Fiona Putri
- Aspa
- Eiffel Nailah Suanto
- Najwa Kamila
- Virgo Saputra
“Setelah dikukuhkan, anggota magang akan melakukan peliputan. Baik di dalam maupun luar kampus,” tegas Fajar. (rar)
Wartawan : Randhi Vahrozi Hutabarat
Salah seorang senior LPM Suara Kampus, Fajar Hardiansyah, mengingatkan peserta agar menjadikan lembaga sebagai ruang belajar, bukan tempat untuk mengeluh.
“Suara Kampus tidak membutuhkan kalian, tetapi kalian yang membutuhkan Suara Kampus,” ujarnya.
Fajar menilai, pengalaman dan persoalan selama berproses di lembaga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anggota.
“Pengalaman berorganisasi akan memberikan pembelajaran lebih luas dibandingkan sekadar belajar di ruang kelas,” ujarnya.
Fajar juga menyampaikan, peserta akan mulai melakukan peliputan pada pekan berikutnya, baik di dalam maupun luar kampus.
“Lakukanlah tugas jurnalistik dengan tanggung jawab, terus belajar, dan berikan kontribusi terbaik,” pungkasnya. (rar)
Wartawan : Redaksi