Do-Re-Mi Kenyataan

Ilustrator: Tsmaratul Rahmi

Oleh: Muhammad Rizki

Dentuman air yang deras,
membayangi pandangan mata ini,
untuk membukanya butuh energi,
agar tidak hilang arus nadi ini.

Tempat berpijak yang penuh intuisi,
seketika berubah menjadi ayunan tak terkendali,
memilih empati, hanya sia-sia tak terbenahi,
memilih hidup dengan selimut do-re-mi.

Tidak salah kalau kebenaran terkendali,
dalam irama yang tak terdengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Menemukan Suara Hati

Next Post

Arus Perasaan

Related Posts

Juli

Oleh: Kholilah Tri Julianda (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) JuliKu berharap kedatanganmu membawa pelangiMengiringi sejuta hal yang dapatku…
Selengkapnya

Usai?

Oleh: Michi Maharani Zonedi Datangmu terlalu cepatHingga pergimu pun tergesa-gesaKenangan itu hanya singgahBukan lagi untuk menetap Bunga yang…
Selengkapnya