Oleh: Muhammad Rizki
Suhu yang diberikan selalu tak menentu,
ayunan hati yang selalu mengeluh,
usai usaha yang kian bertumbuh,
lemparan tenaga hanya cuma-cuma.
Kilauan hati yang terbawa arus,
tumbuh menjadi pertikaian nadi,
perubahan yang dirasa,
terkadang butuh sedikit tuaian makna,
menciptakan ketulusan yang tak sirna.