Suarakampus.com– Pelaksanaan UKM Expo Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang diwarnai kepadatan kendaraan di sekitar Gedung Perpustakaan. Kondisi tersebut membuat akses mahasiswa menuju lokasi Expo menjadi kurang nyaman, terutama bagi mahasiswa yang berjalan kaki, Rabu (23/09).
Kepadatan terjadi karena area parkir digunakan secara bersamaan oleh mahasiswa yang menghadiri UKM Expo dan mahasiswa yang masih mengikuti perkuliahan di Gedung Perpustakaan. Kondisi semakin terlihat padat pada sore hari ketika aktivitas mahasiswa masih berlangsung.
Petugas keamanan UIN IB, Yusandri menjelaskan, kondisi parkir pada hari pertama Expo terlihat kurang tertata. Menurutnya, kendaraan yang diparkir tidak beraturan membuat akses mahasiswa menjadi lebih sulit.
“Kita bisa melihat sendiri kondisi parkir sore ini amburadul. Sementara kami sendiri baru saja mau istirahat. Jika saja rapi, maka para mahasiswa tentunya tidak akan kesulitan untuk masuknya nanti,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut juga disebabkan oleh mahasiswa yang memarkir kendaraan di tempat yang tidak semestinya. Kendaraan yang tidak tertata kemudian membuat area parkir semakin penuh dan menyulitkan petugas melakukan pengaturan.
Yusandri menyebut, pihak keamanan telah mendapat arahan dari pimpinan dan pegawai untuk membantu mengatur parkir selama kegiatan berlangsung. Namun, petugas harus tetap berada di lokasi untuk mengawasi kondisi parkiran.
“Kami sudah diingatkan oleh para petinggi serta pegawai untuk mengatur parkiran. Sementara kami belum mendapatkan istirahat. Jika saja para mahasiswa bisa parkir dengan rapi, maka kondisinya tidak akan seperti saat ini,” sebutnya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Muhammad Wahyu Ramadhan mengungkapkan, kepadatan parkir cukup terlihat pada hari pertama pelaksanaan Expo.
Menurutnya, kepadatan tidak hanya disebabkan oleh kegiatan Expo, tetapi juga aktivitas perkuliahan yang berlangsung di Gedung Perpustakaan.
Selain persoalan parkir, Wahyu menyoroti keterbatasan area yang digunakan untuk UKM Expo. Katanya, lokasi tersebut masih dapat digunakan untuk kegiatan, tetapi ruang yang tersedia cukup terbatas untuk mendirikan berbagai stand UKM.
“Menurut saya wilayah untuk Expo saat ini bisa dibilang memadai dan juga bisa dibilang tidak, karena wilayah yang terbilang cukup sempit untuk berdirinya stand UKM. Jadi fifty-fifty lah,” katanya.
Meski demikian, Wahyu menilai UKM Expo tetap menarik bagi mahasiswa. Baginya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat dan mengenal berbagai UKM yang tersedia di kampus.
“Tanggapan saya untuk Expo ini sangatlah seru, seru banget malahan,” tuturnya. (Raf)
Wartawan: Hasya Riandri (Mg)