Greenwashing Jadi Sorotan dalam Agenda Penanganan Krisis Iklim

Suarakampus.com– Agenda penanganan krisis iklim dinilai berisiko bergeser menjadi kepentingan korporasi melalui praktik greenwashing, yakni pencitraan seolah aktivitas perusahaan ramah lingkungan tanpa perubahan mendasar terhadap dampaknya, Jumat (14/8).

Tommy mengatakan krisis iklim dalam konteks internasional dapat menjadi bahan komodifikasi bagi korporasi besar. Menurutnya, perusahaan dapat memanfaatkan agenda lingkungan melalui berbagai program yang dikemas sebagai solusi atas krisis iklim.

Ia menilai kondisi tersebut perlu dikritisi karena kerusakan lingkungan tetap dapat berlangsung meskipun perusahaan menjalankan program yang diklaim sebagai bagian dari upaya penanganan perubahan iklim.

Menurut Tommy, masyarakat perlu melihat lebih jauh dampak nyata aktivitas perusahaan terhadap lingkungan, bukan hanya melihat narasi atau program yang disampaikan perusahaan.

Ia mengatakan kebijakan penanganan krisis iklim semestinya tidak berhenti pada penciptaan citra ramah lingkungan. Kebijakan tersebut juga perlu memastikan adanya perubahan terhadap aktivitas yang menjadi sumber kerusakan.

Tommy menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi agenda lingkungan yang dijalankan korporasi. Informasi dan hasil riset mengenai dampak aktivitas perusahaan perlu dibuka kepada publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat membedakan upaya pemulihan lingkungan yang nyata dengan program yang hanya menjadi pencitraan.

Tommy juga mendorong anak muda untuk ikut menyebarluaskan informasi mengenai persoalan lingkungan. Menurutnya, pengalaman masyarakat dan hasil riset dapat menjadi bahan untuk mengkritisi kebijakan serta aktivitas korporasi yang berdampak terhadap lingkungan. (rar)

Wartawan : Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pemerintah Dinilai Hanya Menghitung Kerugian, Abai Terhadap Pemulihan Lingkungan

Related Posts