Suarakampus.com– tvOne adakan Indonesian Business Forum Live yang membahas konflik geopolitik yang berlanjut sehingga meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia. Acara tersebut menghadirkan anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan sebagai narasumber, Kamis (21/05).
Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan dampak geopolitik dalam RAPBN 2027. “Saya rasa presiden sudah berpengalaman mengenai efek geopolitik, terutama peperangan dan isu kenaikan dolar,” katanya.
Eric menyampaikan, perkiraan harga minyak mentah di Indonesia berada pada kisaran 70 sampai 75 dolar per barel. “Memang asumsi awal kalau kita lihat tahun 2026, kita masih menganggap belum punya produksi energi yang menggunakan B Solar,” sampainya.
Pemerintah juga menargetkan dalam dua bulan lagi isu minyak dapat diselesaikan. “Pemerintah akan menyelesaikan industri ini pada bulan Juli,” ujarnya.
Ia menuturkan program mandatori B50 akan menjadi penyelamat di tengah kondisi geopolitik. “Saya berkeyakinan kita bisa survive karena B50 sudah melakukan riset yang cukup lama,” ucapnya.
Ia juga menyebut Menteri ESDM cukup optimistis program tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi luar negeri. “Ke depan dengan adanya B50 akan mengurangi ketergantungan energi luar negeri,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Najwalin Syofura
Related Posts
Tim PUBG UIN IB Gagal Melangkah Lebih Jauh di Dua Turnamen Nasional
Suarakampus.com– Tim Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang gagal melangkah lebih jauh…
H-5 Lebaran, Mahasiswa UIN IB Bertahan di Kosan
Suarakampus.com– Lima hari menjelang Lebaran, sejumlah mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang memilih bertahan di kosan karena berbagai alasan,…
AJI Indonesia dan GNI Bahas Teknologi AI dalam Penyebaran Disinformasi
Suarakampus.com- AJI Indonesia bersama Google News Initiative (GNI) bahas pengaruh, perkembangan, dan risiko Artificial Intelligente (AI), dalam penyebaran…