Suarakampus.com– Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melonjak khususnya pertamax membuat warga Batang Kabung harus beralih ke pertalite yang harganya lumayan murah. Mengenai hal ini, masyarakat harus menunggu antrian yang cukup lama untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraan mereka. Senin (17/8)
Warga batang kabung, Herman menyampaikan pendapatnya, perubahan BBM saat ini semestinya turun terkhusus nya pertamax, agar tidak menyebabkan antrian yang cukup panjang.
Menurutnya, warga akan saling marah dan kesal, terlebih lagi yang akan melakukan perjalanan jauh.
“Saya dulunya pengguna pertamax sekarang beralih ke pertalite saya tidak mampu membelinya, karena saya bukan orang berduit belum lagi kebutuhan rumah tangga serta tarif hidup yang cukup tinggi sekarang,” terangnya.
Senada demikian, salah seorang warga yang sedang mengantre, Saipul mengatakan, kondisi ekonomi saat ini masih tidak menentu. Menurutnya, penurunan harga minyak yang hanya beberapa rupiah belum cukup meringankan beban masyarakat, sementara harga kebutuhan lainnya terus melambung.
Katanya, pemerintah seharusnya melangkahkan masyarakatnya agar tidak menderita seperti sekarang ini, bukan seharusnya membebankan pajak ke masyarakatnya supaya masyarakat bisa hidup nyaman.
“Saya sejujurnya sudah bosan dengan keadaan yang seperti ini terus saja hanya berupa kata-kata saja tapi tindakan yang diberikan tidak ada yang kena dampak siapa tentu masyarakat bukan pemerintah,” kata Saipul.
“Sebaiknya mereka sadar diri apa dampak yang diberikan ketika mereka berbuat seperti ini bukan bersantai-santai saja ya semoga harga minyak turun terutama pertamax agar tidak terjadi antrian panjang seperti sekarang ini dan kembali seperti semula,” Tuturnya.
Saipul berharap, harga BBM dapat kembali stabil sehingga masyarakat merasa lebih lega. Ia menilai, kondisi tersebut cukup membebani masyarakat karena pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan biaya kebutuhan yang terus meningkat.
“Semoga harga bensin segera normal dan kondisi kembali pulih,” tutupnya. (Raf)
Wartawan: Irfanov Zacky Aji (Mg)