Suarakampus.com- Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Nasional laksanakan kunjungan asosiasi Ikatan Psikologi Klinis (IPK). Kegiatan berlangsung via Zoom, Sabtu (03/09)
Ketua Pusat Pusat IPK Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Naftalia Kusumawardhani menyatakan Ikatan Psikologi Klinis adalah wadah pengembangan diri bagi para psikolog peminatan dan praktisi psikologi klinis. “Kami itu, Ikatan Psikologi Klinis untuk penyaluran diri bagi para psikolog khususnya di ranah psikologi klinis,” ucapnya.
Ia mengatakan, misi asosiasi ini menjadi organisasi profesi psikologi klinis yang bermartabat dalam pengembangan keilmuan dan layanan bagi kesejahteraan psikologis umat manusia. “Jadi kami bukan sekedar tempat perkumpulan melaikan menjadi wadah yang berguna,” tuturnya.
Ia menjelaskan fungsi bermartabat adalah patuh atas etik. “Misalnya ketika seorang klien datang bercerita ia ingin mati dan tidak mempunyai harapan hidup, lalu, kita seorang psikolog harus terbuka terhadap klien dan merangkul, bukan memberi label dia tidak beriman,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa psikologi klinis yang ditangani seperti kasus depresi (anxiety disorder) , bipolar, gangguan perilaku, dan gangguan makan (eating disorder). “Saya hanya menangani bidang yang dikuasai, supaya profesional karena masing-masing spesialisasi perlu dipelajari lagi,” ungkapnya.
Kemudian, ia melanjutkan tanggung jawab psikologi itu sangat besar, karena kita membantu klien. Bahkan banyak dari kalangan mahasiswa psikologi menganggap bahwa kuliah psikologi umpama berobat jalan. “Misalnya ia pernah melakukan self harm (menyakiti diri sendiri) atau bunuh diri, maka ia berasumsi tidak layak jadi psikolog, bukan seperti itu, justru proses untuk menjadi psikolog yang luar biasa,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan ketika ada masalah, baik itu internal atau eksternal tidak menyalahkan orang lain melainkan harus bertanggung jawab atas apa permasalahan yang sedang dijalankan. “Jadi kalian berproseslah belajar merasakan rasa sakit atau putus asa seperti apa,” sampainya.
Ia berharap, semoga IPK HIMPSI dapat menerima generasi yang unggul dan bermartabat untuk bergabung bersama. “Semoga setelah lulus sarjana kalian dapat melanjutkan profesi dan menjadi psikolog yang unggul bermartabat,” tutupnya. (hkm)
Wartawan : Isyana Nurazizah Azwar (Mg)