Oleh: Ergina kholifah Aljanah
(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)
Dia adalah malam tanpa bintang
Tawanya tak lebih halus dari suara angin kala itu
Hampa hampir tak terjamah
Jika kau melirik kearahnya
Akan kau temukan gemuruh berderu ombak
Disela Sambaran petir bersaut raungan badai.
Biar ku peringatkan
Pergilah jauh kau hingga tak terlihat lagi
Setitik tinta hitam di kertas putih
Namun siapa sangka
Semakin jauh langkah menjauh
Semakin sering bayangnya menetap
Barangkali benar
Beberapa manusia memang diciptakan bukan untuk dimiliki
Melainkan hanya singgah dan meninggalkan gema
Wahai tuan biar ku katakan pada tuan
Jika suatu hari kau kembali mengetuk pintu yang pernah kau tinggalkan
Mungkin aku masih orang yang sama atau..
Mungkin tidak lagi sama.