Zahra Mustika
(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)
Dulu, berjalan dikala malam sangat menakutkan
Saat kau datang rasanya kelamku selalu terang
Seketika kau hilang dan aku harus menyusuri gelap tanpa bahtera
Ditengah kelam luruh bersama angin
Tiada setitik pun cahaya
Tuan, peluk hangatmu tak lagi ku rasakan
Aku tersesat dalam lautan kebingungan
Membisu diantara nyanyian jangkrik
Memecah kehampaan yang merubah perasaan
Kata manismu, tak henti mengaung dalam benakku
Tuan apakah ini cinta yang kau tawarkan?
Atau hanya rayuan kata?
Jika ini cinta mengapa aku kau buat tertawan?
Jika bukan, mengapa dulu aku kau selamatkan?