Oleh : Zahra Mustika (Mahasiswi Prodi Studi Agama-agama, UIN Imam Bonjol)
Kau cahaya kala gelapku Kau kesegaran untuk sesakku Kau indah untuk duniaku Kau hancur dimakan waktu
Rindangmu tak lagi ditemui,
Sejukmu hilang melangkah pergi,
Dedaun mu seakan bernyanyi,
Alam sudah tersakiti,
Hujan nan turun membasahi,
Bak terik yang telah diselimuti,
Ia bukanlah rintikan tak berarti,
Katanya ia adalah rengekan bumi,
Hutan yang bisu,
Tak lagi menderu,
Keindahan menjadi gelap berdebu,
Suara indah menjadi kicauan burung hantu,
Manusia rakus berbahagia,
Tak peduli bagaimana alamnya,
Manusia serakah tertawa
Sedang langit terluka.