Suarakampus.com- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Sumatra Barat, menggelar kegiatan cek kesehatan dan trauma healing bagi korban banjir yang terjadi di Kota Padang. Kegiatan ini dipusatkan di Kelurahan Kuranji, Kamis (04/12).
Ketua Satgas Koordinator Pengabdian KAMMI, Farhan Ramuditya, mengatakan bahwa, program ini merupakan bagian dari recovery terpadu yang tidak hanya berfokus pada bantuan material. “Perlu juga pemulihan psikologis pada anak-anak” jelasnya.
Menurut Farhan, program pemulihan terpadu diperlukan karena, banyak warga masih terdampak, terutama akibat keterbatasan air bersih serta potensi penyakit pascabanjir. KAMMI berkolaborasi dengan berbagai yayasan dan relawan. “Ada relawan Nusantara, Samil Akikah, Yayasan Rumah Sakit Naili DBS, Rumah Kami Peduli, Dangau Studio, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI),”jelasnya.
Kegiatan ini dilakukan menggunakan uang donasi yang dihimpun KAMMI. “24 juta uang yang terkumpul dan juga gabungan uang dari izi padang,”paparnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dari cek kesehatan, dan sesi dongeng anak bersama pendongeng profesional. “Kemudian dilanjutkan dengan Art therapy dan bermain game,”tuturnya.
Lalu, di akhir wawancara, Farhan menyampaikan harapan kepada seluruh kader dan komunitas pemuda agar tidak berhenti bekerja. “Seluruh kader Kammi mampu bergerak dan berdampak dimanapun,”harapnya
Senada dengan itu, Ketua KAMMI UIN Imam Bonjol Padang, Zikri Maulana mengatakan kegiatan cek kesehatan ini, untuk memastikan kondisi fisik korban dan kebutuhan medis pasca banjir. “Dihadiri kurang lebih 100 orang”, jelasnya.
Kemudian ia mengatakan, bencana juga menguncang kondisi psikologis penyintas. “Trauma healing diperlukan untuk meredakan tekanan mental, takut, kecemasan hingga syok,”ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk terus menanamkan nilai kepedulian dan solidaritas. “Semoga aksi ini menguatkan jiwa kemanusiaan kita dan mempererat sinergi,”harapnya. (asr)
Wartawan: Elsa Mayora