Keberadaan Yang Sunyi

Ilustrasi menampilkan seorang perempuan duduk sendiri di tepi pantai, memandang laut dengan wajah murung, menunjukkan kehadiran yang sunyi dan sering tak diperhatikan. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Jihan Dwi Rahayu
(Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah)

Aku ada
Di sela napas yang tak kau hitung
Hadir tanpa suara
Seperti debu yang setia
Menempel di cahaya pagi.

Namaku tak pernah kau panggil
Namun langkahku selalu mengikuti
Menjadi bayang
Yang tahu caramu pulang
Tanpa perlu ditanya.

Aku duduk di sudut waktu
Menjaga jarak agar tak mengganggu
Belajar mencintai
Tanpa harus dikenali.

Keberadaanku bukan untuk dirayakan,
Cukup untuk setia
Pada diam
Yang tak pernah kau sadari.

Dan di sunyi itu
Aku belajar bahwa ada
Tidak selalu berarti dihitung
Bahwa setia bisa menjadi sepi
Dan menunggu bisa berubah
Menjadi luka yang rapi.

Aku tidak menghilang
Aku hanya berhenti berharap
Akan ditoleh
Berhenti percaya
Bahwa diamku akan dibaca
Bahwa hadirku akan dipertimbangkan.

Aku tetap ada
Tanpa suara
Tanpa tuntutan
Menjadi keberadaan
Yang sunyi di sisimu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Aku Yang Tak Pernah Dipilih

Next Post

Perangkat Wali Nagari Koto Rajo Resmi Dilantik

Related Posts

Sajak Kebingungan

Oleh : Fachri Hamzah Kita terlena kenyamanan dan kesenangan, serta huru-hara yang menyengsarakan. Kita menutup mata untuk penindasan,…
Selengkapnya

Gagal

Nadia Sri Rezeki (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) Sejenak terlintas di benakAndai kesempatan tidak ku sia-siakanMungkin aku tidak…
Selengkapnya

Elegi

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) Syair sendu terpaut merduSang pelaku menatap lesuTak…
Selengkapnya