KRS Sejumlah Prodi Belum Bisa Diakses, Mahasiswa Pertanyakan Kepastian

Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang Sumber : Suarakampus.com

Suarakampus.com– Sejumlah mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang mengeluhkan Kartu Rencana Studi (KRS) yang hingga Minggu malam (23/8) belum dapat diakses secara normal melalui Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa karena perkuliahan semester baru dijadwalkan berlangsung mulai Senin, Senin (24/8).

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Tiara Awila Putri mengatakan, hingga Minggu malam KRS miliknya dan beberapa mahasiswa lainnya masih belum dapat diakses di SIAKAD.
“Sampai saat ini KRS saya dan beberapa teman-teman lain masih belum bisa diakses di SIAKAD,” katanya.

Menurut Tiara, kondisi tersebut membuat mahasiswa kesulitan mempersiapkan perkuliahan karena ketidakjelasan informasi mengenai mata kuliah, dosen, dan ruangan. “Tanpa KRS kami tidak tahu mata kuliah, dosen, dan ruangan kelas sehingga persiapan bahan dan jadwal menjadi tidak sesuai,” ujarnya.

Kendala serupa juga disampaikan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Febri Firmansyah, ia mengatakan sebagian KRS mahasiswa memang telah divalidasi oleh dosen Pembimbing Akademik (PA), tetapi masih terdapat persoalan terkait perubahan dan ketidakjelasan data KRS.

Menurut Febri, mahasiswa sebelumnya telah mengisi KRS dan melihat status yang dinilai sudah valid. Namun, ketika dilakukan pengecekan kembali, terdapat perubahan yang menimbulkan tanda tanya bagi mahasiswa.

“Yang kami soroti di sini terkait kejelasan KRS. Kemarin sudah diisi dengan jelas dan valid, kemudian kami cek ulang lagi, KRS-nya berubah dan terdapat kejanggalan,” ungkapnya.

Persoalan tersebut juga berdampak terhadap mahasiswa baru. Febri yang turut menjadi bagian dari pengurus mahasiswa baru angkatan 2026 mengatakan, sejumlah mahasiswa baru telah menyampaikan kebingungan mengenai KRS mereka.

Mahasiswa baru yang untuk pertama kalinya menghadapi proses akademik di perguruan tinggi dinilai membutuhkan informasi dan pendampingan yang lebih jelas, terutama karena sistem KRS masih menjadi hal baru bagi mereka.

“Kami banyak menerima laporan mahasiswa baru terkait KRS. Memang semester satu dipaketkan dari pihak kampus, tetapi sebagian mahasiswa baru telah mengisi KRS dan dilanda kebingungan karena ini pengalaman pertama mereka,” jelas Febri.

Sementara itu, Mahasiswa PGMI, Bisyratul Aprillya mengatakan, dirinya dan sejumlah mahasiswa lainnya berencana datang langsung ke bagian akademik untuk mendapatkan kejelasan terkait KRS.

Ia menilai perkuliahan akan sulit dipersiapkan secara maksimal apabila mahasiswa belum mendapatkan KRS yang jelas.

“Bagaimana bisa dilakukan perkuliahan jika KRS saja kami belum punya?” tuturnya.

Kekhawatiran mahasiswa bukan hanya terkait ketidakhadiran di kelas, tetapi juga kemungkinan terjadinya kesalahan informasi, salah kelas, hingga bentroknya jadwal perkuliahan. Febri menilai kondisi tersebut dapat berdampak lebih besar apabila perkuliahan tetap dilaksanakan tanpa adanya kepastian data akademik.

“Kalau tetap dilaksanakan, mata kuliah kami bisa tertukar dan besar kemungkinan jamnya akan bentrok. Itu akan berdampak besar bagi kami,” katanya.

Mahasiswa juga menilai keterlambatan dan ketidakjelasan KRS merugikan mereka karena seharusnya perkuliahan sudah dapat dipersiapkan sejak sebelum hari pertama kuliah.

Mereka berharap pihak kampus, khususnya bagian akademik, segera memberikan penjelasan mengenai kendala sistem serta memastikan informasi KRS dapat diakses mahasiswa dengan benar.

Selain perbaikan sistem, mahasiswa juga meminta adanya informasi resmi dari pihak kampus mengenai pelaksanaan perkuliahan apabila persoalan KRS belum terselesaikan.
“Kami berharap pihak kampus segera menyelesaikan kendala pada SIAKAD dan menginformasikan KRS secepatnya,” kata Tiara.

Menurut keterangan Wakil Dekan I, Bapak Kosim, beberapa program studi mengalami keterlambatan pembukaan KRS pada pagi hari. “Siang ini semua prodi sudah bisa,” tuturnya. (Fau)

Wartawan: Lina Indriani (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Sejumlah Prodi UIN IB Terlambat Buka KRS Perkuliahan

Next Post

Penampakan Tumpukan Sampah Memadati Pantai Pasir Jambak

Related Posts