Suarakampus.com– Pantai Pasir Jambak dipenuhi tumpukan sampah plastik dan kayu yang berserakan di sepanjang tepi pantai. Sampah tersebut diduga terbawa ombak dan arus sungai dari Lubuk Minturun hingga kembali menumpuk di kawasan pantai, Senin (24/8).
Pantauan Suarakampus.com, sampah terlihat bertumpuk dan berserakan di sepanjang tepi Pantai Pasir Jambak. Tumpukan sampah juga terlihat bercampur dengan tanah dan pasir hingga membentuk gundukan di beberapa bagian pantai.
Sampah berserakan hingga agak jauh dari tepi pantai dengan volume yang cukup banyak. Jenis sampah yang ditemukan berupa plastik, kayu kecil hingga kayu berukuran besar, botol minuman, plastik sabun cuci, serta kotak minuman Mixue.
Selain itu, terlihat pula talang atau bambu dan beberapa ikan mati di sekitar pantai yang diduga terbawa ombak. Sejumlah sampah lain seperti botol kaca sirup ABC, popok bayi, karung, pakaian dalam, plastik Soklin, boneka, terpal plastik, hingga tempurung kelapa juga ditemukan di tepi pantai.
Terlihat pula dua pohon nipah yang telah diambil daunnya sehingga hanya menyisakan urat dan batangnya. Berbagai jenis sampah tersebut tampak hampir tertimbun pasir di beberapa bagian pantai.
Menurut Gustina, salah satu pemilik kedai di sekitar Pantai Pasir Jambak, sampah yang berserakan merupakan sampah musiman yang terbawa ombak. “Sampah ini dibawa ombak, sudah pernah dibersihkan tapi datang lagi,” katanya.
Ia menyebutkan, sebagian sampah yang datang berasal dari sungai dan terbawa hingga ke kawasan pantai. “Sampah yang datang itu bermula dari sungai, dari Lubuk Minturun tembus ke Batang Anai lalu tembus ke sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Arif, warga yang berjualan di sekitar pantai mengatakan, sampah di Pantai Pasir Jambak memang setiap tahun datang akibat terbawa ombak. “Sampah di sekitar pantai ini hilang dengan ditimbun pasir dan datang dibawa ombak, jika sudah waktunya,” katanya.
Arif menyampaikan, sampah yang datang tidak selalu dibersihkan oleh pihak tertentu, tetapi terkadang dibersihkan oleh pengunjung yang datang ke pantai. “Sampah ini tidak ada dibersihkan, cuma pengunjung-pengunjung aja yang membersihkan setiap sore,” sampainya.
Ia menyebutkan, sejumlah pedagang juga turut membersihkan sampah di sekitar tempat mereka berjualan. “Yang membersihkan ini juga ada orang yang jualan dan orang yang punya warung masing-masing,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pasir pantai terlihat kotor akibat banyaknya sampah yang bertebaran sehingga mengurangi keindahan kawasan. Meski demikian, pengunjung masih terlihat cukup ramai, terutama pada sore hari sekitar pukul 17.30 hingga 18.30 WIB.
Sejumlah pengunjung terlihat memanfaatkan kawasan pantai untuk bermain sepak bola dan menikmati suasana sore. Masyarakat maupun pedagang di sekitar pantai juga terlihat membakar sampah yang ditandai dengan adanya bekas pembakaran di beberapa titik.
Pantai Pasir Jambak sendiri memiliki kawasan yang cukup luas dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi pada sore hari maupun untuk berbagai kegiatan olahraga. Kondisi pantai dinilai cukup baik dengan hamparan pasir yang luas apabila tidak dipenuhi oleh sampah yang berserakan. (Fau)
Wartawan: Lina Indriani (Mg)
Penampakan Tumpukan Sampah Memadati Pantai Pasir Jambak