Kunci Selamat Dunia Akhirat dengan Mentadaburi Al-Fatihah

Pelaksanaan kegiatan mahasiswa KKN Mahasiswa UIN IB Padang (Indriyani/Mahasiswa UIN IB)

Suarakampus.com– Allah Subhanahu Wa ta’ala dalam Q.S Al-Fatihah mengajarkan, bagaimana mengarungi kehidupan dengan tetap bertawakal kepada jalan yang lurus. Hal tersebut disampaikan Alumni Ahmet Yesevi Kur’an Kursu, Istanbul Turkiye, Rafi Dinilhaq pada kajian Tafsir di Masjid Shoufiah.

Rafi Dinilhaq mengatakan, Q.S Al-Fatihah merupakan pedoman yang kuat apabila ditadaburi karena dapat membawa manfaat dan hikmah luar biasa. Katanya, pada ayat keempat menyebutkan Maaliki Yawmid-Diin yang berarti pemilik hari pembalasan.

“Salah satu dari rukun iman itu adalah percaya kepada hari akhirat,” ucapnya saat menyampaikan materi pada kegiatan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang di Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (07/07).

Katanya, pada hari kiamat terdapat rentetan peristiwa yang salah satunya hari pembalasan sebagai bentuk keadilan Allah Subhanahu Wa ta’ala. “Tidak mungkin orang yang mengerjakan salat dan tidak melakukannya mendapatkan imbalan yang dipukul rata,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, saat hari akhir manusia akan membalaskan kezaliman yang pernah menimpa dirinya. Sehingga jangan bersedih ketika ada orang yang menyakiti fisik dan perasaanya tanpa bisa membalas. “Maka jangan bersedih dan kecewa. Allah Subhanahu wa ta’ala tidak tidur,” tutur Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN IB itu.

Hari pembalasan, kata dia juga memiliki keunikan sesuai dengan ayat Maaliki Yawmid-Diin sebab Allah Subhanahu wa ta’ala hanya mencantumkan pemilik hari pembalasan, padahal sejatinya Allah adalah pemilik semua waktu. “Allah Subhanahu wa ta’ala tegas mengatakan Maaliki Yawmid-Diin karena masih banyak manusia pembangkang,” katanya.

Lanjutnya, ayat Iyyaaka na’budu wa lyyaaka nasta’iin ketika terucap oleh lisan berarti secara langsung maupun tidak manusia sudah berjanji untuk tidak menyembah kepada siapapun. Anehnya, menurutnya, masih banyak kecenderungan masyarakat meminta kepada selain-Nya. “Jika dibiarkan, maka malapetaka akan datang suatu saat nanti,” tegasnya.

Rafi Dinilhaq mengungkapkan, apabila seseorang ingin selamat maka tetaplah berada pada jalan yang digambarkan sesuai ayat Ihdinas-Siraatal-Mustaqiim, yang merupakan doa pertama terkandung di dalam Alquran. “Ini merupakan doa yang paling sering kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya. (nsa)

Wartawan: Ulfa Desnawati

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa dalam Menghadapi Era Society 5.0

Next Post

YAP Bersama UNP Adakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Talang Babungo

Related Posts
Total
1
Share