YAP Bersama UNP Adakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Talang Babungo

Penyerahan mesin pencacah sampah di Nagari Talang Babungo (Sumber: Muhammad Iqbal/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Yayasan Akar Pohon (YAP) bersama Universitas Negeri Padang (UNP) lakukan sosialisasi pengelolaan sampah di Kantor Wali Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Lembah Gumanti. Pada kegiatan itu, YAS juga menyumbangkan mesin pencacah sampah dan puluhan ember kompos guna mengatasi pencemaran lingkungan, yang dilaksanakan pada Minggu (17/07).

Selaku Penasehat Yayasan Akar Pohon Allan Munir, mengatakan tujuan diadakannya sosialisasi ini sebagai penambah edukasi masyarakat dalam mengelola sampah yang diproduksi.
“Nantinya, warga bisa mengolah sampah agar ramah lingkungan,” katanya.

Lanjutnya, lantaran Nagari Talang Babungo adalah salah satu daerah penghasil sampah sayur yang cukup banyak, maka masyarakat dituntut mampu mengolah sampah itu. “Masyarakat bisa membuat sampah organik jadi pupuk pengganti pestisida yang tidak berbahan kimia,” lanjutnya.

Selain itu, Camat Hiliran Gumanti, Fahrizal mengatakan kegiatan ini akan berdampak baik untuk lingkungan, mengingat persoalan sampah yang belum ada pengelolaanya di tempat itu.
“Nagari Talang Babungo dihadapi persoalan-persoalan sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya,” katanya.

Kemudian, kata dia, permasalahan sampah banyak berasal dari bahan yang tidak bisa terurai. “Penggunaan kaleng, plastik susah untuk diuraikan secara alami,” katanya.

Tidak hanya itu, Fahrizal menyebutkan bahwa masyarakat juga mempunyai kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai. “Tentunya akan mendatangkan berbagai macam penyakit nantinya,” lanjutnya.

Ia juga menuturkan mengenai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum ada di nagari tersebut. “Jaraknya sejauh 100 KM dan berada di Kota Solok,” tuturnya.

Wali Nagari Talang Babungo, Hafizur Rahman mendukung penuh program-program yang berkaitan dengan lingkungan. “Selama ini kita kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengelolaan sampah,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu penyumpang kerusakan lingkungan yaitu penumpukan bahan bekas pakai pestisida warga. “Kita sudah tercemar dengan residu-residu pestisida saat ini,” katanya.

Ia berharap, masyarakat harus mengikuti kegiatan sosialiasi pengelolaan sampah tersebut dengan baik. “Masyarakat bisa memikirkan kerusakan lingkungan dari pembuangan sampah sembarangan,” harapnya. (nsa)

Wartawan: Muhammad Iqbal

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kunci Selamat Dunia Akhirat dengan Mentadaburi Al-Fatihah

Next Post

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Nagari Sitiung Sajikan Pelatihan untuk Kelompok Tani

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty