Suarakampus.com– Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan keluhan terhadap fasilitas pendukung Masjid Kampus dua, terutama terkait mukena yang bau, air wudhu yang tidak lancar, dan toilet yang rusak. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah, Selasa (03/06).
Mahasiswi Manajemen Pendidikan Islam, Faizah, menilai kebersihan mukena perlu diperhatikan karena sering dipakai setiap hari. “Mukena di masjid agak bau,” katanya.
Faizah menambahkan, tidak tersedianya kain sarung bagi mahasiswa yang mengenakan celana pendek, membuat sebagian dari mereka mengurungkan niat untuk salat. “Kalau tidak pakai sarung, aurat tidak tertutup,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa ketersediaan air wudhu tidak selalu lancar, terutama pada waktu ramai. “Waktu tes PPPK kemarin airnya kecil sekali,” ungkapnya.
Faizah menjelaskan, antrean menjadi panjang saat beberapa keran tidak mengalirkan air sama sekali. “Pas jam salat, itu sangat merepotkan,” jelasnya.
Terkait toilet, ia mengapresiasi kebersihannya namun menyoroti beberapa kerusakan teknis. “Ada pintu rusak dan toilet tersumbat,” paparnya.
Ia menuturkan, ketika toilet disiram, air justru naik kembali ke atas dan menyebabkan ketidaknyamanan. “Itu bikin istinja’ jadi tidak tenang,” tuturnya.
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Muhammad Iqbal, turut menyampaikan kondisi serupa tentang aliran air wudhu. “Kalau hari Jumat airnya kecil,” ujarnya.
Iqbal menyebutkan bahwa toilet di masjid umumnya bersih, namun tetap ada kerusakan kecil yang belum diperbaiki. “Ada pintu yang rusak,” tambahnya.
Iqbal berharap, pihak kampus memperhatikan perawatan fasilitas tambahan agar kualitas ibadah tetap terjaga. “Semoga fasilitas pendukung bisa ditingkatkan,” tutupnya. (Red)
Wartawan: Verlandi Putra