MUSEMA U Minim Publikasi, Ketua Terpilih SEMA U UIN IB Tegaskan Proses Sah

Ketua Umum Terpilih SEMA U UIN IB Padang Tahun 2026. Sumber : Dokumentasi pribadi narasumber.

Suarakampus.com– Minimnya publikasi Musyawarah Senat Mahasiswa Universitas (MUSEMA U) UIN Imam Bonjol Padang memicu pertanyaan mahasiswa terkait transparansi dan legitimasi proses organisasi tingkat universitas. Meski disebut berlangsung sesuai mekanisme, minimnya informasi terbuka membuat forum tersebut dinilai tidak partisipatif, Sabtu (14/02).

Ketua Umum SEMA U terpilih, Habib Prananda, menegaskan proses pencalonan hingga penetapan berlangsung sah dalam sidang MUSEMA U. “Saya sudah mengeluarkan surat pengunduran diri dari jabatan Wakil Presiden Mahasiswa,” ungkapnya.

Dokumen Surat Pengunduran Diri Habib Prananda Dari Jabatan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma).

Ia menjelaskan pengunduran diri tersebut dilakukan sejak awal proses pencalonan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan organisasi. “Setelahnya, saya mengikuti sidang MUSEMA U yang diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam wawancara yang berlangsung, Habib menyebutkan minimnya informasi resmi ke publik karena pengaruh internal kepengurusan sebelumnya. “Sehingga tidak ada informasi resmi yang tersebar ke publik mengenai penyelenggaraan sidang,” sebutnya.

Ketua Umum SEMA U terpilih ini memastikan secara administrasi forum tersebut memenuhi unsur formal. “Terdapat presidium, berita acara, serta konsideran yang lengkap,” tegasnya.

Habib menjelaskan selain persoalan publikasi, dinamika lain muncul dari belum dilantiknya Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN IB hingga saat ini. “Musyawarah DEMA Universitas (MUDEMA U) seharusnya telah dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan berbagai dinamika dan tekanan internal menjadi faktor tertundanya pelaksanaan MUDEMA U. “Kondisi tersebut membuat MUDEMA belum dapat dilaksanakan hingga saat ini,” tambahnya.

Ketua Umum Terpilih ini juga menjelaskan, perpindahan posisinya dari Wakil Presiden Mahasiswa menjadi Ketua SEMA U sah secara regulasi. “Merujuk pada Surat Keputusan Rektor tentang demisioner DEMA yang ditetapkan pada 31 Desember, sehingga proses ini memiliki dasar hukum yang jelas,” katanya.

Habib menyatakan MUDEMA U akan segera digelar guna menstabilkan roda organisasi. “Setelah itu, akan dilakukan peninjauan dan revisi AD/ART agar relevan dengan kondisi organisasi saat ini,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengesampingkan ego sektoral antar lembaga. “Ormawa harus bergerak sebagai satu kesatuan dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa,” serunya.

Habib menegaskan SEMA U akan menjadi jembatan aspirasi mahasiswa menuju birokrasi kampus. “Di SEMA, suara mahasiswa adalah hukum tertinggi,” pungkasnya.

Ia juga menyebut kritik yang membangun menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih baik. “Mari berjuang bersama membangun ormawa agar lebih baik ke depan,” tutupnya.

Senada dengan itu, Presiden Mahasiswa (Presma) UIN IB, Hidayatul Fikri, mengatakan dilantiknya Habib Prananda sebagai Ketua SEMA U sah dan tidak bermasalah. “Tentu sudah mengikuti prosedur dan tatacara yang baik, legal dan diakui,” tuturnya.

Fikri berharap ruang demokrasi di kampus dapat kembali berjalan dengan baik. “Ruang demokrasi seharusnya tetap hidup dengan dukungan kita,” pungkasnya. (Fau)

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Sema U periode 2025 belum memberikan tanggapan.

Wartawan : Aisyah Nurlaili Arinda (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Repository Kampus Kurang Optimal, Bagaimana Dampaknya terhadap Kualitas Akademik?

Next Post

Ramadan Datang, Zulkarnain Soroti Minimnya Persiapan Spiritual Umat

Related Posts