Payung Hitam di Batas Alam


Oleh: Nabilla Oktavia
(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)

Wahai tanah Sumatera….
Malam telah menjelma bak teman setia bagi jiwa dan raga
Di tengah gemerlap alunan rintik hujan, ia semakin gusar
Ia sibuk, membosankan dipandang manusia
Kawan tak ada, kawin pun tak berhasrat

Wahai tanah Sumatera…
Ia kembali gusar dan sibuk
Berteman secercik cahaya di balik kaca-kaca retak itu
Denting dan rentang waktu makin tak karuan
Bercengkrama dengan hati nurani milik tuhan yang satu

Wahai tanah sumatera…..
Ia yang sibuk dan gusar, kini telah tenang di bawah payung hitam
Payung hitam bercorak usang terbentang di atas tanah pusara ilahi
Kini, ia tak lagi usang, sibuk dan gusar
Sebab, ia telah kembali pada pangkuan tuhan yang hakiki
Damai sudah ia di sana, dan tinggal semua hiruk pikuk  hidup yang penuh tanya

Padang, 01 September 2022

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post

Refleksi Politik Luar Negeri Indonesia, Budi Arie Setiadi: Kuatkan Stabilitas Ekonomi

Next Post

97 Mahasiswa KPI Akan Laksanakan PL, Muhammad Nasir: Lokasi Boleh Pilih Sendiri

Related Posts
Total
0
Share