Suarakampus.com– Tradisi tahunan Serak Gulo yang digelar oleh Masyarakat India Keturunan Islam di Padang kembali berlangsung meriah di depan Masjid Muhammadan, Sabtu (22/11). Sebanyak tiga ton gula dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan yang merupakan warisan budaya tak benda yang telah tercatat secara resmi.
Ketua Pelaksana Serak Gulo, Muhammad Faisal Gaus menyebutkan, pelaksanaan tahun ini dibagi menjadi tiga bagian dengan tujuan agar peserta tidak hanya memusatkan diri di area masjid. Tradisi ini merupakan kebiasaan masyarakat India keturunan Islam di Sumatera Barat yang dilaksanakan setiap tahun.
“Kegiatan ini selalu jatuh pada bulan Islam tertentu sesuai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Muhammad Faisal Gaus mengimbau peserta yang hadir agar menjaga keselamatan diri dan barang berharga selama kegiatan berlangsung. Himbauan ini disampaikan mengingat animo masyarakat yang tinggi dalam mengikuti tradisi ini.
“Kami menghimbau peserta serak gula yang hadir menjaga diri masing-masing dan barang berharga dan jangan berdesak-desakan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Lil Yanwar menyampaikan, Gubernur sangat senang kegiatan ini dapat kembali digelar. Pemerintah Provinsi memberikan dukungan penuh untuk acara ini sebagai bagian dari komitmen melestarikan budaya lokal.
“Bapak Gubernur sangat senang dan memberi dukungan penuh untuk acara ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Serak Gulo merupakan bagian dari pokok pikiran Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya dipahami sebagai momentum pengambilan gula, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi antarwarga.
“Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan, bukan hanya pengambilan gula tetapi juga silaturahmi,” katanya.
Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata Sumbar bersama Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen kolaboratif dalam mendukung pelaksanaan tradisi Serak Gulo. Kerja sama ini didukung oleh APBD Kota Padang sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah.
“Ini sebuah komitmen bahwa Pemerintah Kota Padang di bawah pimpinan Pak Fadly memberikan dukungan penuh untuk Serak Gulo,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tradisi Serak Gulo memiliki nilai spiritual dan ibadah sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan. Kegiatan ini juga mencerminkan kekuatan masyarakat Kota Padang yang hidup dengan keberagaman budaya.
“Kegiatan ini mencerminkan kekuatan masyarakat Kota Padang yang hidup dengan keberagaman budaya,” paparnya.
Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan langkah pengembangan kawasan Masjid Muhammadan sebagai destinasi jelajah Kota Padang. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dan pariwisata dari tradisi Serak Gulo.
“InsyaAllah ini akan dikembangkan bagaimana kawasan ini menjadi tempat destinasi jelajah Kota Padang,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan tahun depan dapat berlangsung lebih besar dan dihadiri lebih banyak masyarakat dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat menjadi indikator keberhasilan pelestarian budaya ini.
“Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi, tidak hanya orang Padang tapi se-Sumatera Barat atau bahkan dari luar,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Elsa Mayora