Pengelolaan Parkir Wisuda UIN IB Hadapi Keterbatasan Lahan

Lahan parkir di depan perpustakaan UIN IB Padang. Sumber: Fauzan.

Suarakampus.com– Pelaksanaan wisuda Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang menghadapi tantangan dalam pengelolaan parkir akibat keterbatasan lahan. Pihak keamanan telah menyiapkan sejumlah titik untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari wisudawan dan tamu undangan, Sabtu (18/4).

Koordinator satpam, Jefrizal mengatakan, pengaturan parkir telah dirancang berdasarkan survei lapangan. “Kami sudah melakukan survei untuk menentukan titik parkir yang memungkinkan digunakan,” katanya.

Satpam ini menjelaskan, kendaraan roda empat diarahkan ke beberapa titik yang masih bisa dimanfaatkan. “Seperti lapangan fakultas, samping rektorat, samping perpustakaan menuju kantin, serta jalan baru di bawah rektorat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan jalan baru di bawah rektorat bersifat kondisional tergantung cuaca. “Kalau kondisi becek, area itu akan kami kosongkan,” tambahnya.

Ia menyebutkan, parkir roda dua dipusatkan di dua titik agak kendaraan tidak menyebar kemana-mana. “Ada di halaman perpustakaan dan belakang Fakultas Sains dan Teknologi,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan Gedung J disterilkan dari parkir umum selama pelaksanaan wisuda. “Gedung J hanya untuk senat dan tamu VIP,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui kapasitas lahan parkir masih belum mencukupi untuk menampung seluruh kendaraan. “Kalau dibilang cukup, sebenarnya masih jauh dari cukup,” ujarnya.

Ia mengungkapkan lonjakan kendaraan biasanya belum terlihat hingga sekitar pukul 10.00 WIB. “Biasanya ledakan kendaraan itu muncul setelah jam 10,” ungkapnya.

Ia menjelaskan jika terjadi kepadatan, kendaraan akan diarahkan ke lokasi alternatif. “Kalau sudah penuh, kami alihkan ke Gedung SC dan Ma’had,” jelasnya.

Ia menuturkan kendala utama tahun ini adalah tidak dapat digunakannya jalur di bawah FEBI. “Biasanya jalur FEBI kami gunakan, tapi sekarang tidak bisa karena renovasi serta sistem satu pintu masuk dan keluar,” tuturnya.

Terakhir, ia berharap kebijakan wisuda tiga kali setahun dapat mengurangi lonjakan kendaraan. “Dengan dibagi tiga kali, harapannya tidak terlalu padat seperti sebelumnya,” tutupnya. (Fau)

Wartawan: Putri Wahyuni (Mg), Mhd Fauzan Husni (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Disiplin dan Konsistensi Antar Agil Saputra Raih Prestasi Terbaik

Next Post

Wisuda Tiga Gelombang Dikeluhkan, Dinilai Kurang Kondusif

Related Posts