Suarakampus.com- Pelaksanaan wisuda di Gedung J universitas Islam negeri imam Bonjol (UIN IB) Padang menuai berbagai tanggapan dari Wisudawan dan orang tua yang hadir dalam acara tersebut, terutama terkait fasilitas. perubahan kebijakan wisuda juga dinilai, karena membawa dampak berbeda terhadap kelancaran dan kenyamanan prosesi berlangsung. Sabtu(18/04).
Salah satu orang tua wisudawan, Alfian Candra mengungkapkan, pelaksanaan wisuda masih kurang kondusif, terutama dari segi pelayanan yang belum maksimal dan kondisi ruangan yang sempit, . “ Saya juga menilai audio visual sempat tidak dinonaktifkan saat prosesi wisuda berlangsung, ” ungkapnya.
Alfian menambahkan, kebijakan baru dalam pelaksanaan wisuda dinilai belum sepenuhnya tertib, serta fasilitas untuk tamu belum dirasa cukup optimal. “ Sehingga tamu banyak yang merasa tidak nyaman, “ tambahnya.
Lebih lanjut, Alfian menegaskan, pelaksanaan wisuda ke depannya dapat lebih diperhatikan dari segi pengaturan ruangan dan jumlah peserta agar tidak terlalu padat. “ Jadi ruangan bisa lebih ter kondisi agar tidak terlalu ramai, ” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang Wisudawan, Irfan Saputra menyampaikan, kebijakan baru dalam proses wisuda justru membuat alur kedatangan mahasiswa menjadi lebih teratur dan penataan acara secara umum sudah cukup baik. “ Menurut Saya Kebijakan baru ini sebenarnya lebih bagus, ” sampainya.
Ia juga mengatakan, masih adanya sedikit ketidak nyamanan akibat banyaknya orang di luar area wisuda. “ serta kurangnya makanan ringan di pagi hari bagi peserta dan orang tua, ” katanya.
Irfan kemudian menyarankan, pihak penyelenggara lebih memperhatikan kebutuhan dasar peserta, terutama menyediakan sarapan pagi. “Agar para tamu yang belum sarapan supaya bisa sempat makan dahulu,” pungkasnya. (Raf)
Wartawan: Siti Nur Aisyah