Peserta Bazar UMKM Keluhkan Listrik, Panitia Jelaskan Mekanisme Fasilitas Bazar

Potret stand Preneur Fest Ke-5 (Sumber: Irfanov Zacky Aji/Suarakampus.com)

Suarakampus.com— Miskomunikasi fasilitas listrik terjadi pada kegiatan Preneur Fest Ke-5, hal ini disebabkan karena perbedaan pemahaman antara peserta dan panitia. Panitia menyediakan sumber listrik di dalam gedung perpustakaan, sedangkan peserta mengira listrik tersedia langsung di setiap stand, Jumat (2/10).

Ketua Panitia Preneur Fest ke-5 2026, Amar Khulaid mengatakan, sumber listrik yang disediakan panitia berada di dalam gedung perpustakaan pusat. Peserta perlu menyambungkannya menuju stand masing-masing menggunakan kabel pribadi.

Menurutnya, mekanisme penyambungan listrik tersebut menjadi bagian yang perlu dilakukan peserta bazar untuk menghubungkan sumber listrik dengan stand mereka.

“Nanti dari pedagang mereka yang menyambungkan ke stand pakai kabel sendiri,” tuturnya.

Katanya, panitia telah menyediakan grup komunikasi yang berisi peserta bazar untuk menyampaikan kendala selama kegiatan.

Namun, Amar mengungkapkan hingga kegiatan berlangsung belum ada peserta yang menyampaikan keluhan mengenai kendala fasilitas listrik kepada panitia.

“Sampai saat ini kami belum menerima kendala apapun,” katanya.

Lanjutnya, kondisi tersebut membuat panitia belum mengetahui adanya peserta yang mengalami kendala terkait fasilitas listrik, sehingga persoalan tersebut belum dapat segera dikonfirmasi kepada peserta yang bersangkutan.

Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (Kopma), Syifa Wikri mengonfirmasi, fasilitas listrik berasal dari perpustakaan pusat dan peserta yang membutuhkan dapat menyambungkan kabel ke sumber listrik tersebut.

Sambungnya, penggunaan listrik dilakukan dengan menyambungkan kabel dari sumber yang tersedia menuju stand peserta.

“Siapa yang butuh, sambungin aja colokannya pakai kabel,” imbuhnya.

Disisi lain, penjual Kebab dan Burger D’Bungsu, Riski menuturkan, terdapat kendala pada fasilitas listrik yang dijanjikan kepada peserta bazar saat kegiatan berlangsung.

Riski menjelaskan, informasi mengenai fasilitas menjadi salah satu hal yang diperhatikan peserta karena listrik termasuk fasilitas yang disediakan dalam biaya insert bazar.

“Fasilitas yang disediakan adalah stand dan listrik,” jelasnya. (Raf)

Wartawan: Ergina Kholifah Al janah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

19 Mahasiswa Jadi Angkatan Perdana Ilmu Aktuaria UIN IB Padang

Next Post

UIN IB Padang Raih 42 Prestasi di PKM IV Se-Sumatera

Related Posts